COP 16 : Kesepakatan Iklim Cancún (Cancún climate agreements) Secara Ringkas | b l o g o d r i l

12 January 2011

COP 16 : Kesepakatan Iklim Cancún (Cancún climate agreements) Secara Ringkas



Konferensi Para Pihak atau Conference of the Parties of the United Nations Framework Convention on Climate Change (COP) yang ke 16 baru saja diselenggarakan di Cancun, Meksiko pada 29 November - 10 Desember 2010. COP-16 ini telah melahirkan suatu kesepakatan (agreements) tentang Iklim.

Siapa sih para pihak ini ?

"Para pihak" ini adalah semua negara yang telah bersepakat meratifikasi Protokol Kyoto (184 negara) dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (194 negara). Negara-negara ini berkomitmen untuk memelihara dan memenuhi persyaratan kerjasama internasional dalam hal melawan perubahan iklim. Jadi COP, bukanlah berarti "polisi", tetapi akronim bahasa Inggris dari pertemuan kembali atau konferensi negara-negara (para pihak) yang berkepentingsn dengan perubahan iklim.

Apa sih hasil COP-16 ?

Hasil COP-16 secara ringkas, dari kompilasi artikel di internet, karena blogodril tidak ikut hadir, seperti berikut:

Janji Mengurangi Emisi Karbon

Negara-negara kaya yang telah berjanji mengurangi emisi gas rumah kaca pada tahun 2020 sewaktu di Kopenhagen (COP-15) tahun lalu memang tidak dimasukkan dalam program resmi PBB. Nah, di COP-16 ini janji-janji berupa besaran emisi gas rumah kaca yang akan dikurangi pada tahun 2020 oleh setiap negara kaya tersebut didokumentasikan atau dicatat resmi oleh PBB. Ya, sepertinya mau diawasi dan ditagih janjinya nanti, meskipun mereka boleh berlebih atau berkurang pemenuhan janjinya nanti. Tambahannya, negara-negara berkembang juga bersedia mempelajari dulu bagaimana agar mereka dapat mengurangi emisi gas rumah kaca di masa depan - tetapi tidak membuat janji khusus.

Lalu, bagaimana kalau negara-negara kaya itu tidak menepati janjinya ? Ya, begitulah...karena tidak ada hukum yang mengikat janji mereka, maka ya tak ada sanksilah...

Bantuan Iklim (Climate Aid)

Suatu bantuan iklim telah disepakati di Cancun. Negara-negara maju di dunia akan mentransfer uangnya ke negara-negara yang sedang berkembang untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Negara-negara miskin melihat ini sebagai keberhasilan mereka atas kesediaan pendanaan ini yang dijadwalkan pada tahun 2011 dan akan dibentuk suatu "komite transisi dana" .

Tapi berapa banyak dana yang akan dianggarkan ? Belum seorangpun tahu itu...Ada yang bilang sesuai janji mereka tahun lalu di Kopenhagen untuk mengumpulkan $ 100 milyar (£ 63 miliar) bagi bantuan iklim pada tahun 2020 dan dimulai dengan $ 30 milyar (£ 19 miliar) pada tahun 2012 untuk "program singkat" pembiayaan iklim. Janji ini semoga bukan "angin sorga", karena bagaimanapun bukanlah bagian dari proses PBB dan hanya sebuah aspirasi negara-negara kaya.

Bantuan untuk REDD

Dukungan formal diberikan untuk skema deforestasi PBB, yaitu REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Degradation). Sama seperti bantuan iklim tadi, negara-negara kaya akan membayar negara-negara miskin untuk berhenti menebang hutan dan mencegah emisi karbon. Namun rincian tentang kapan dan apa bentuk skema yang akan dipilih - terutama apakah negara maju dapat menggunakannya sebagai bentuk "offset" emisi karbon mereka, ini belum jelas..


Alih teknologi

Ide mentransfer pengetahuan tentang "teknologi pembangunan bersih" antar negara di dunia juga mendapat dukungan di Cancún. Suatu komite dengan pelaksana eksekutifnya dan pusat teknologi dan jaringan iklim dunia perlu didirikan, tetapi kesepakatan ini belum dirinci tentang dananya, di mana akan dibangun, kapan dan oleh siapa akan dibangun...

Protokol Kyoto

Protokol Kyoto yang saat ini mengikat negara-negara kaya untuk mengurangi emisi, yang ditangguhkan hingga tahun depan, juga belum diputuskan kelanjutannya. Apakah perlu membuat perjanjian internasional serupa di tahun 2012 nanti ? Yang ini, baru akan dibicarakan tahun depan di Afrika Selatan.

Selain itu, peran protokol yang akan ditingkatkan sebagai dokumen berkekuatan hukum yang mengikat negara-negara di dunia untuk mengurangi emisi di masa depan juga masih tertunda pembahasannya.

Pengawasan

Para peserta konferensi juga sepakat untuk melakukan pemeriksaan terhadap negara-negara yang telah memotong emisi-nya. Seperti apa "pemantauan, pelaporan dan verifikasi" tentang "emission cuts" ini akan tergantung pada ukuran perekonomian negara. Meskipun demikian, siapa yang akan melakukan pengawasan - apakah negara itu sendiri, PBB atau badan lain ? - tidak ditentukan.

Related Posts:
1.Indonesia Would Reduce Emissions 26 percent by 2020
2.US $ 136 Juta Janji Bantuan Iklim Amerika Serikat Kepada Indonesia

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP