24 Istilah dan Jargon dalam Perubahan Iklim | b l o g o d r i l

13 January 2011

24 Istilah dan Jargon dalam Perubahan Iklim


Jika kita membaca artikel tentang perubahan iklim atau pemanasan global barangkali akan menjumpai banyak istilah, singkatan atau jargon teknis yang dipakai dan membingungkan sebagian besar dari kita yang awam ini.

Saya mencoba untuk mengartikannya secara bebas 6 (enam) istilah yang pertama dan menuliskan kembali lainnya, sebagai berikut:

1. Cap and Trade

Salah satu cara untuk menetapkan suatu ambang batas emisi gas rumah kaca di suatu daerah atau industri. Pembuat polusi (polluters) diberikan izin karbon (carbon permits) yang akan menambah "keterlibatan" atau "cap" mereka dalam kegiatan pengurangan emisi. Kemudian mereka dapat menjual carbon permits yang dimilikinya, setelah berhasil mengurangi emisi, kepada polutters atau pihak lain yang belum melakukan pengurangan emisi.

2. Carbon Intensity / Intensitas Karbon

Banyaknya bahan bakar fosil yang harus dipakai untuk memproduksi sebuah unit ekonomi. Pengurangan intensitas karbon, seperti yang dikatakan negara Cina, adalah Produk Domestik Bruto (PDB) akan terus meningkat tetapi dengan penambahan emisi karbon yang lebih lambat (tidak pada laju peningkatan yang sama). Hal ini akan dilakukan melalui cara efisiensi energi yang lebih besar dan investasi dalam teknologi ramah lingkungan.

3. Carbon Tax / Pajak Karbon

Suatu pembebanan pajak secara langsung pada kegiatan yang menghasilkan emisi karbon. Mekanismenya agak sedikit "birokrasi" dibandingkan "cap and trade", namun masih sulit untuk memberikan hasil yang pasti dalam hal pengurangan emisi secara keseluruhan.

4. Climate feedback / Umpanbalik Iklim

Uni Eropa menginginkan suatu ambang batas peningkatan suhu global tidak lebih dari 2 Celsius untuk menghindari bahaya dari perubahan iklim. Suhu yang meningkat akan berdampak memicu "tipping point" di wilayah tundra kutub utara dimana salju akan lebih cepat mencair dan melepaskan gas metana yang mempunyai efek 8 kali lebih besar dari CO2.

5. Offsetting / Memperhitungkan (??)

Membayar untuk pengurangan emisi di tempat lain sebagai kompensasi (mengimbangi) kegiatan-kegiatan yang menghasilkan polusi. Seringkali cara ini dikritik, karena memungkinkan negara-negara kaya untuk menghindari kewajibannya mengurangi emisi di negaranya sendiri dengan cukup membayar upaya pengurangan emisi di tempat/negara lain.

6. Peak emissions / Emisi Puncak

Waktu saat emisi gas rumah kaca global tidak bertambah lagi dan lajunya mulai bergerak turun. Para ilmuwan mengatakan tahun 2015 seharusnya ini terjadi dan iklim mulai stabil, tapi nampaknya kecenderungannya hal tersebut tidak akan tercapai


Selanjutnya, istilah-istilah berikut ini, saya kutip dari buku " "Glossary: Istilah dan Singkatan yang Terkait dengan Perubahan Iklim", dan tidak lupa saya ucapkan terima-kasih kepada Rufi'ie di Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia yang telah menyusunnya.


7. Adaptation / Adaptasi

Penyesuaian dalam sistem alam atau sistem buatan manusia untuk menjawab rangsangan secara iklim (aktual atau perkiraan) atau pengaruhnya, yang mengontrol bahaya yang ditimbulkan atau memberikan kesempatan yang menguntungkan.

8. Additionality

Berdasarkan Protokol Kyoto, pengurangan emisi gas yang dihasilkan dari kegiatan Mekanisme Pembangunan Bersih atau Clean Development Mechanism (CDM) dan Joint Implementation harus bersifat menambah (additional) dari yang seharusnya terjadi. Additionality terjadi apabila terdapat perbedaan positif antara emisi yang terdapat pada skenario "baseline" dengan emisi yang terjadi di dalam proyek yang diusulkan.

9. Afforestation / Aforestasi

Penanaman hutan baru pada lahan-lahan yang secara historis bukan merupakan hutan

10. Annex I Parties

Negara-negara industri yang terdaftar pada lampiran Konvensi yang mempunyai komitmen untuk mengembalikan emisi gas rumah kaca ke tingkatan tahun 1990 pada tahun 2000 sebagaimana pada Artikel 4.2 (a) dan (b). Negara-negara ini juga menerima target emisi untuk periode 2008-12 seperti pada Artikel 3 dan Lampiran B Protokol Kyoto. Negara-negara ini termasuk 24 anggota asli OECD, Uni Eropa, dan 14 negara transisi ekonomi. (Croatia, Liechtenstein, Monaco, and Slovenia bergabung dengan Lampiran/Annex 1 pada COP-3, dan the Czech Republic d an Slovakia menggantikan Czechoslovakia).

11. Non-Annex I Parties


Merujuk ke negara-negara yang telah meratifikasi atau menyetujui Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim yang tidak termasuk ke dalam Annex I Konvensi.


12. Annex II Parties


Negara-negara yang terdaftar pada Lampiran/Annex II Konvensi yang mempunyai kewajiban khusus untuk menyediakan sumberdaya finansial dan memfasilitasi transfer teknologi untuk Negara berkembang. Negara-negara ini termasuk 24 anggota awal OECD ditambah dengan negara-negara Uni Eropa.

13. Anthropogenic greenhouse emissions


Emisi gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas manusia.


14. Carbon Dioxide Equivalent (CO2e)

Unit universal pengukuran yang digunakan untuk mengindikasikan potensi pemanasan global dari masing-masing enam gas rumah kaca,Karbon dioksida – gas yang terjadi secara alamiah yang merupakan hasil sampingan pembakaran bahan baker fosil dan biomassa, perubahan penggunaan lahan, dan proses industri lainnya – merupakan gas referensi bagi pengukuran gas-gas lainnya.

15. Carbon sequestration

Proses memindahkan karbon dari atmosfir dan menyimpannya dalam reservoir.

16. Clean Development Mechanism (CDM) / Mekanisme Pembangunan Bersih

Mekanisme di bawah Protokol Kyoto dimana negara maju dapat mendanai proyek pengurangan atau pemindahan emisi gas rumah kaca di negara berkembang, dan menerima kredit untuk pelaksanaannya yang dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban pengurangan emisi negara maju.

17. COP/MOP

Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties (COP/MOP) yang berfungsi sebagai Pertemuan Para Pihak. Badan tertinggi Konvensi adalah COP, yang berfungsi sebagai pertemuan Pihak-pihak pada Protokol Kyoto. Sesi COP dan COP/MOP dilaksanakan pada periode yang sama untuk mengurangi biaya dan meningkatkan koordinasi antara Konvensi dan Protokol.

18. Deforestation / Deforestasi

Konversi hutan menjadi bukan hutan secara permanen.

19. Emissions trading / Perdagangan Emisi

Salah satu dari tiga mekanisme yang ada di Protokol Kyoto, dimana negara Annex I dapat mentransfer unit Protokol Kyoto untuk membeli unit dari Pihak Annex I lainnya. Suatu Pihak dalam Annex I harus memenuhi persyaratan spesifik "eligibility" untuk ikut serta dalam perdagangan emisi.

20. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)

Dibentuk pada tahun 1998 oleh Organisasi Meteorologi Dunia dan Program Lingkungan PBB (UNEP), IPCC melakukan survei literatur teknis dan ilmiah di seluruh dunia dan mempublikasikan laporan yang dikenal secara luas sebagai sumber informasi perubahan iklim yang paling dapat dipercaya. IPCC juga bekerja di metodologi dan menjawab permintaan khusus dari badan subsider Konvensi. IPCC merupakan institusi independen dan tidak terkait dengan Konvensi.

21. Mitigation

Dalam konteks perubahan iklim, mitigasi adalah intervensi manusia untuk mengurangi sumber atau meningkatkan sink gas rumah kaca. Contohnya adalah menggunakan bahan bakar fosil secara lebih efisien untuk proses industri atau pembangkit tenaga listrik, beralih ke energi matahari atau tenaga angin, meningkatkan insulasi pada bangunan, dan membangun hutandan sink lainnya untuk mengurangi lebih banyak lagi karbondioksida dari atmosfer.

22. Protocol

Persetujuan internasional terkait dengan konvensi, tetapi sebagai suatu persetujuan tambahan dan terpisah yang harus ditandatangani dan diratifikasi oleh para Pihak konvensi terkait. Protokol biasanya memperkuat suatu konvensi dengan menambah komitmen baru yang lebih detail.

23. Ratification / Ratifikasi

Persetujuan formal, seringkali oleh Parlemen/DPR atau badan legislatif nasional lainnya, terhadap suatu konvensi, protokol, atau perjanjian, sehingga memungkinkan suatu Negara menjadi suatu Pihak . Ratifikasi merupakan suatu proses terpisah yang dilakukan setelah suatu Negara menandatangani suat perjanjian. Instrumen ratifikasi harus diletakkan dengan suatu ”depositary” (dalam hal Konvensi Perubahan Iklim, Sekretaris Jenderal PBB) untuk mulai perhitungan awal menjadi suatu Pihak (dalam hal Konvensi, waktunya adalah 90 hari).

24. Vulnerability / Kerentanan

Suatu derajat dimana sebuah sistem sensitif terhadap, atau tidak dapat menghadapi, pengaruh buruk perubahan iklim, termasuk variabilitas iklim dan iklim ekstrim. Vulnerability/kerentanan merupakan fungsi dari sifat, skala/derajat, dan tingkat variasi iklim dimana suatu sistem terkena sensitivitas, dan kemampuan adaptasinya.

Secara lengkap anda dapat mengunduh Glossary: Istilah dan Singkatan terkait Perubahan Iklim di sini.

Related Posts:

1.COP 16 : Kesepakatan Iklim Cancún (Cancún climate agreements) Secara Ringkas
2. Emisi CO2 dan Pengurangannya Di Masa Datang
3. Perubahan Iklim: Mengapa Kita Harus Memahaminya ?

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP