Gaya Hidup: Pengenalan Jenis Baterai dan Tips Merawat Baterai Agar Tahan Lama | b l o g o d r i l

15 May 2010

Gaya Hidup: Pengenalan Jenis Baterai dan Tips Merawat Baterai Agar Tahan Lama


Baterai tersusun dari sel-sel elektrokimia yang mampu mengkonversi energi kimia menjadi energi listrik yang tersimpan. Di pasar anda dapat menemukan dan membeli baterai sekali pakai atau baterai isi ulang jika ingin menggunakannya untuk jangka waktu lebih lama.

Di era modern ini anda memiliki perangkat elektronik atau gadget yang energinya bersumber dari baterai, seperti laptop, i-phone, ponsel atau kamera digital. Tulisan berikut akan mengingatkan anda tentang jenis-jenis baterai dan tips merawatnya agar baterai lebih tahan lama dipakai.

Dua kategori utama secara sederhana untuk membedakan jenis-jenis baterai, yaitu baterai primer (baterai sekali pakai) dan baterai sekunder (isi ulang).

Baterai Primer


Baterai primer untuk dimaksudkan untuk penggunaan tunggal dan tidak dapat diisi ulang. Karbon-seng, klorida seng (Zinc Chloride), lithium mangan dioksida, oksida merkuri, dan mangan dioksida alkali adalah contoh baterai primer.

1. Baterai Seng-klorida (Zinc Chloride) dan baterai seng-karbon (Carbon Zinc): biasanya untuk pemakaian umum dengan daya 1,5 volt dan kapasitas 500 - 1.000 mAh. Keduanya banyak dipakai pada tahun 1970-an, sebelum alkaline tersedia di pasar. Saat ini mungkin masih populer di negara tertentu karena harganya jauh lebih murah daripada alkaline, walaupun mereka dinilai buruk jika dipakai untuk peralatan yang rakus energi (mis: kamera digital). Baterai ini termasuk punya daya simpan yang tahan lama atau laju pengatusannya( self discharge rate) lambat.

2. Baterai Lithium: baterai dengan daya 1.7 volts dan kapasitas energi tergolong tinggi (AA: 2.100 mAh), memiliki umur simpan lebih lama, untuk sekali pakai dan waktu pakainya lebih lama dari baterai Alkaline. Kinerja untuk peralatan yang rakus energi tergolong sangat baik. Daya simpan sangat lama tetapi bersifat racun. Produk biasanya dibanderol denga harga premium sehingga jauh lebih mahal daripada baterai Alkaline.

3. Baterai Oxyride: baterai sekali pakai dengan daya 1.7 volts dan tidak beracun, daya simpan lama atau laju pengatusannya lambat. Baterai ini termasuk yang terbaik karena dapat tahan dipakai lebih lama daripada baterai alkaline dan lainnya.

4. Baterai Alkaline: baterai dengan daya 1.5 volts dan kapasitas energinya tinggi (AA : 2.400 mAh) meskipun masih di bawah baterai Oxyride, daya simpan bisa sampai 5 (lima) tahun, tidak bersifat racun, biasanya digunakan untuk pemakaian rumah tangga dan harganya lebih murah.

Baterai Sekunder


Baterai sekunder baterai sekunder dapat diisi ulang (rechargeable). Ketika sedang diisi, energi listrik yang diberikan selama pengisian membalikkan reaksi kimia. Contoh baterai sekunder meliputi Nickel Cadmium (Ni-Cad), Nickel-Metal Hidrida (NiMH), dan Baterai Lithium ion (Lion).

1. Baterai Nickel Cadmium (Ni-Cad): baterai yang menggunakan teknologi yang relatif tua dan pernah popular pada masanya, tetapi sekarang diganti dengan baterai logam nikel hidrida (NiMH). Kapasitasnya rendah (AA: 600-1.000 mAh, tergantung merk). Baterai ini dapat bertahan untuk waktu yang lama jika digunakan dengan hati-hati, seperti harus benar-benar habis sebelum pengisian ulang.

2. Baterai Nickel-Metal Hidrida (NiMH)
: jenis baterai berkapasitas tinggi (AA: 1.300-2.900 mAh, tergantung merk). Sangat ideal untuk pemakaian perangkat elektronik yang rakus energi. Mereka tidak mengandung kadmium beracun dan memiliki laju penghantar yang baik, tetapi daya simpannya tergolong rendah, sekitar berkurang 25% dalam sebulan.

3. Baterai Lithium ion (Lion)
: Baterai ini memiliki teknologi yang relatif baru, awet dipakai karena debit baterai yang lambat ( dapat dipakai hampir dua kali lebih lama dibanding baterai NiMH) dan tidak mengandung efek memori. Cell baterai telepon, baterai laptop, dan baterai telepon tanpa kabel semuanya menggunakan baterai lithium ion. Satu-satunya kelemahan adalah harganya jauh lebih mahal dibanding yang lainnya dan hanya tempat-tempat tertentu yang menjualnya.

Merawat Baterai Agar Tahan Lama


Dari baterai sekelas AA yang biasa anda pasang di senter hingga baterai Lithium ion di Laptop anda, perlu anda rawat agar tahan lama. Hanya dengan sedikit upaya, mungkin beberapa menit saja, misalnya dengan mematikan perangkat elektronik anda, memutus sambungan daya atau melepaskan baterai anda berarti anda telah membuat perbedaan dengan hemat beberapa jam, bahkan, mungkin saja bertahun-tahun "gadget" anda awet!

Berikut ini tips untuk merawat baterai agar tahan lama:

1. Suhu

Menyimpan baterai yang dibungkus kantong plastik di dalam rak kulkas anda akan memperpanjang masa hidup baterai. Namun, jangan lupa biarkan baterai di dalam suhu kamar sebelum anda menggunakan kembali baterai-dari-kulkas anda ini. Ini benar, jika anda membaca Electropaedia, situs ini mengatakan bahwa baterai yang tidak terpakai akan hidup 11 tahun di dalam suhu 95 derajat Fahrenheit (35 derajat Celsius), tetapi dapat bertahan hingga 37 tahun di 59 derajat Farenheit ( 15 derajat Celcius) - yang dinyatakannya sebagai suhu operasional optimal.

2. Isi-ulang

Ambil contoh baterai isi-ulang, yang terdapat pada hampir semua gadget-modern anda, seperti: ponsel dan laptop. Jika anda tidak berencana menggunakannya dalam waktu dekat (ingin menyimpannya lama) maka disarankan anda melepas baterai dari gadget anda. Namun, para ahli baterai merekomendasikan untuk menjaga baterai isi-ulang anda tetap terisi +/- 40%-nya dari kapasitas penuhnya. Saran yang ini bisa-bisa merepotkan anda!

Karena, para ahli juga merekomendasikan agar anda sesering mungkin mengisi-ulang baterai dan hanya 1 (satu) kali anda biarkan isi baterai terkuras habis (discharges) dalam setiap 30 (tiga puluh) kali pengisian ulang. Yang terakhir ini, istilahnya baterai di-"kalibrasi":

Kalibrasi baterai: Untuk melakukan proses ini, habiskan baterai hingga 0% lalu biarkan alat elektronik itu mati sendiri dan diamkan selama 3-5 jam untuk memastikan tenaga baterai cadangan juga ikut terkuras. Setelah itu charge hingga penuh dan biarkan tetap tertancap listrik selama 2-3 jam setelahnya. Dengan demikian seluruh sel pada baterai telah teraliri dan terisi listrik kembali.


Tips terakhir, ini anda pasti sudah tahu, jangan over-charge! Baterai isi ulang hanya perlu beberapa jam untuk mengisi, maka jangan biarkan ponsel dan laptop anda diisi-ulang semalaman. Perhatikan indikator (notifikasi) pengisi daya baterai pada gadget anda, tidak perlu menunggu kapasitas baterai anda habis total, anda boleh melakukan isi-ulang ketika indikator memeperingatkan anda "baterai dalam keadaan kritis", jika sudah penuh hentikan proses isi-ulang baterai anda dan segeralah cabut koneksi "charger" anda.

3. Saat Baterai Digunakan

Nah, kali ini dicontohkan i-Phone atau laptop anda, agar baterai gadget ini dapat maksimal berfungsi, maka secara "hardware" anda disarankan untuk mematikan fitur-fitur yang sedang tidak digunakan (WiFi, Bluetooth, GPS) dan melumpuhkan (disable) port-port USB, VGA atau PCM. Secara "software" anda dapat mengatur "kecerahan" display.

Selain itu, menurut Intel, secara hardware anda disarankan untuk membersihkan terminal baterai setiap dua bulan sekali, mengelap dengan alkohol kontak baterai dan mebiarkan kering setelah itu. Usahakan menghindari laptop anda menjadi panas, dengan cara menjaga ventilasi udara tetap bersih dari debu, biasanya akan menumpuk selama pemakaiannya. Laptop anda memiliki baterai kecil non-rechargeable di dalamnya. Itu sebabnya anda tidak akan kehilangan pekerjaan anda saat baterai utama Anda gagal berfungsi.

Merawat baterai memang rumit..., tips tersebut patut anda pertimbangkan, karena mungkin saja berbeda dengan pengalaman anda sendiri.., silahkan tuliskan pengalaman anda dalam merawat baterai pada komentar di bawah ini.

Related Post:
Ponsel Masa Depan Mengisi Ulang Baterai Sendiri

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP