4 Dekade Mendatang Diprediksi Energi Surya Akan Berkembang Pesat | b l o g o d r i l

18 May 2010

4 Dekade Mendatang Diprediksi Energi Surya Akan Berkembang Pesat


International Energy Agency (IEA) patut berharap bahwa energi terbarukan akan mendominasi ketersediaan energi global dalam dekade mendatang. Energi surya dapat dipacu dan tumbuh pesat hingga mencapai 20% s/d 25 % dari produksi listrik dunia pada tahun 2050.

Angka tersebut dirilis IEA dalam dua "technology roadmap" tentang photovoltaic (PV) dan tenaga surya terkonsentrasi (Concentrating Solar Power/CSP) yang dipaparkan saat konferensi Mediterranean Solar Plan di Valencia pada 11 Mei 2010 lalu.

"It is particularly appropriate to present the two solar roadmaps in Valencia today, given that Spain has taken a leading role globally in promoting solar power and other forms of renewable energy," said Nobuo Tanaka, IEA Executive Director, "The combination of solar photovoltaics and concentrating solar power offers considerable prospects for enhancing energy security while reducing energy-related CO2 emissions by almost six billion tonnes per year by 2050."


Pernyataan yang disampaikan dalam IEA Press releases ini menegaskan bahwa kombinasi teknologi surya, PV dan CSP, memiliki potensi untuk meningkatkan jaminan keamanan energi global, sekaligus mengurangi emisi CO2 dari sektor energi hampir enam miliar ton per tahun hingga 2050. Dengan kata lain kedua teknologi tersebut diprediksi akan berkembang pesat dalam empat dekade mendatang.

IEA juga memperkirakan energi surya mampu menghasilkan 9.000 terawatt-Hours energi listrik atau 25% dari pasokan listrik dunia pada tahun 2050, namun diingatkan bahwa target ini membutuhkan insentif dari pemerintah, seperti: pengembangan teknologi energi surya tingkat lanjut, peraturan lingkungan hidup dan kebijakan yang efektif bagi pengembangan listrik tenaga surya.

Pengembangan listrik tenaga surya memang berorientasi jangka panjang sehingga membutuhkan insentif khusus dari pemerintah agar kedua teknologi tersebut mendapatkan lokasi yang cocok, waktu pengembangan yang cukup dan pendistribusian pada tahap instalasi awal.

Secara signifikan, IEA mengatakan bahwa jika insentif tersebut dipertahankan, instalasi PV pada bangunan perumahan dan komersial akan mencapai harga yang kompetitif dibandingkan dengan harga eceran grid listrik di berbagai wilayah di dunia pada tahun 2020. Selanjutnya, PV diprediksikan akan mencapai 11 % dari pasokan listrik dunia pada 2030 sedangkan CSP-roadmap memprediksi sekita 11 % dari pasokan listrik global akan dapat dipenuhi pada tahun 2050.

Roadmap energi surya merupakan bagian dari serangkaian laporan IEA yang dimaksudkan untuk memberikan panduan dalam pengembangan teknologi rendah karbon, seperti halnya: biofuel, energi angin, kendaraan listrik, carbon capture, dan efisien proses industri.

Related Posts:
1. Energi Surya: Keuntungan-, Kerugian-, dan Potensi-nya di Indonesia (#6)
2. Energi Terbarukan: Mampukah Menyumbang 17% dari Bauran Energi Indonesia Pada 2025? (#3)

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP