3R Untuk Reduksi Sampah : Dimulai Dari Rumah | b l o g o d r i l

31 May 2010

3R Untuk Reduksi Sampah : Dimulai Dari Rumah

Sampai dengan akhir bulan Mei 2010, saya masih melihat di televisi bencana banjir di beberapa wilayah di Indonesia, di Jawa Timur, Sulawesi Barat dan beberapa lokasi di Sumatera Bagian Utara. Bahkan minggu lalu, Jakarta yang diguyur hujan seharian menjadi banjir di beberapa ruas jalan di wilayah Jakarta Barat hingga setinggi 20 Cm.

Ingat banjir membuat saya ingat sampah! Hujan deras menambah debit air sungai, karena sampah maka aliran sungai jadi terhambat, lalu air sungai meluap. Air hadir banjirpun belum berakhir!

Masalah sampah di Indonesia, kita semua telah tahu, adalah masalah akut. Saya masih ingat, pernyataan salah satu peneliti persampahan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Sri Bebasari, yang menganalogikan persoalan sampah di Tanah Air bagaikan seseorang yang sedang mengidap penyakit kanker stadium IV yang hanya mampu diselesaikan dengan cara radikal, amputasi!

Pernyataan itu tentu beralasan, mengingat produksi sampah di Indonesia sebanyak 176 ribu ton/hari. Hitungan ini menurut data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2008 yang menghitung setiap orang membuang sampah: 800 gram/hari, kalikan saja dengan jumlah penduduk yang 220 juta jiwa. Tentu saja jumlah itu terus meningkat dan telah diprediksikan menjadi 2,1 kg/orang/hari pada tahun 2020.

Lalu, berapa produksi sampah di ibukota Jakarta? Masih menurut data KLH, timbunan sampah di Jakarta sekitar 6,6 ribu ton/hari. Sumber sampah di Jakarta ini berasal dari pemukiman: 52,97%, perkantoran 27,35%, industri 8,97%, sekolah 5,32%, pasar 4%, dan lainnya 1,4%.

Melihat angka-angka tersebut, nampaknya program daur ulang (recycling) sampah di rumah tangga menjadi penting! Tapi bagaimana caranya?

- Pada dasarnya, rapalkan mantra sakti : 3R, 3R, 3R (Reduce, Reuse dan Recycle)!

- Pelajari dan penuhi keinginan tahu anda tentang bagaimana cara melakukan daur ulang berbagai jenis bahan yang berbeda, seperti gelas, baterai atau limbah telepon-seluler.

- Kadang-kadang kita bingung berulang-ulang untuk mendaur ulang,..sampai kita putuskan dibuang saja. Beres "gitu saja kok repot". Wah, gawat... kalaupun anda tidak ingin repot dan ingin membuangnya saja, inipun ada etikanya. Hindari buang sampah sembarangan! Lebih baik, kumpulkan dan amalkan kepada pemulung.

Jika volume sampah elektronik anda banyak, anda dapat menjualnya ke kolektor limbah atau organisasi yang punya program daur ulang, seperti: program "Hardware Recycling"-nya Hewlett Packard (HP), Indonesia. Biasanya dalam volume besar, misalnya 1 (satu) meter kubik sampah elektronik. Coba cari tahu tempat lain dimana anda dapat menjualnya.

Siapa tahu 3R dapat menciptakan peluang bisnis untuk anda? Tapi, jangan lupa, pisahkan dan kumpulkan dahulu sampah elektronik anda sesuai dengan jenis, pesanan dan syarat-syarat yang sah!

Teman saya yang bekerja di KLH, pernah bilang, kalau program 3R hingga tahun 2009 berhasil mereduksi sampah hingga 7% dari total volume timbunan sampah. Tingkat keberhasilan yang cukup lumayan, sehingga target 2012 untuk reduksi sampah 12%-15% lewat program 3R tidak lagi mengagetkan!

Mungkin cara-cara reduksi sampah (3R) yang lebih radikal masih diperlukan, kalau kita ingin mereduksi lebih banyak lagi. Apa perlu seperti cara untuk memberantas "korupsi"?


Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP