Deforestasi di Dunia Menurun Pada Dekade Terakhir (# untuk pertama kalinya) | b l o g o d r i l

27 March 2010

Deforestasi di Dunia Menurun Pada Dekade Terakhir (# untuk pertama kalinya)

Deforestasi, khususnya konversi hutan tropis untuk lahan pertanian, telah menurun selama sepuluh tahun terakhir meskipun angkanya tetap tergolong tinggi dan mengkhawatirkan di banyak negara, seperti yang diumumkan Food and Agriculture Organization (FAO) pada hari Kamis 25 Maret 2010 lalu di Roma, Italia.

Secara global, rata-rata 13 juta hektar hutan telah dikonversi menjadi areal penggunaan lain atau hilang karena penyebab alami setiap tahun antara tahun 2000 dan 2010 dibandingkan dengan sekitar 16 juta hektar per tahun selama tahun 1990-an. Temuan ini adalah salah satu dari keyfinding review hutan dan kehutanan yang paling komprehensif oleh FAO, yaitu Global Forest Resources Assessment 2010 (FRA 2010), yang mencakup 233 negara.

Brasil dan Indonesia, yang tercatat sebagai negara dengan deforestasi tertinggi pada tahun 1990-an, selama dekade terakhir telah mengurangi laju deforestasi secara signifikan. Selain itu, program penanaman pohon ambisius di negara-negara seperti Cina, India, Amerika Serikat dan Vietnam - dikombinasikan dengan perluasan alam hutan di beberapa daerah - telah menambahkan lebih dari 7 juta hektar hutan baru setiap tahunnya. Akibatnya kerugian bersih kawasan hutan berkurang menjadi 5,2 juta hektar per tahun antara tahun 2000 dan 2010, turun dari 8,3 juta hektar per tahun pada 1990-an.


Total luas kawasan hutan di dunia kurang lebih 4 milyar hektar atau 31 % dari total luas wilayah daratan. Amerika Selatan dan Afrika tercatat sebagai kawasan dengan deforestasi per tahun terluas selama 2000-2010, masing-masing 4 juta hektar dan 3,4 juta hektar. Kawasan Oseania juga mengalami kehilangan hutan, karena kekeringan parah yang mengakibatkan kebakaran hutan di sebagian wilayah Australia sejak tahun 2000.

Asia, di sisi lain, mencatat penambahan hutan (keuntungan) bersih sekitar 2,2 juta hektar per tahun dalam dekade terakhir, terutama karena program-program penghijauan skala besar di Cina, India dan Vietnam, yang memperluas kawasan hutan hingga hampir mencapai 4 juta hektar per tahun dalam lima tahun terakhir. Namun, konversi lahan hutan untuk areal penggunaan lain masih terus meningkat di banyak negara.

Di Amerika Utara dan Amerika Tengah, luas kawasan hutan dinilai masih cukup stabil, sedangkan di Eropa hutan masih terus dikembangkan, meskipun pada tingkat yang lebih lambat dari sebelumnya.

"Untuk pertama kalinya, kita mampu menunjukkan bahwa laju deforestasi telah menurun secara global sebagai hasil dari upaya yang dilakukan secara terpadu baik di tingkat lokal maupun internasional," kata Eduardo Rojas, Assistant Director-General of FAO's Forestry Department.


Hutan memainkan peranan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Hutan menyimpan sejumlah besar karbon. Ketika hutan ditebang dan dikonversi menjadi penggunaan lain, karbon dilepaskan kembali ke atmosfer. Sebaliknya, laju deforestasi yang lebih rendah dan pembangunan hutan baru telah membantu menurunkan tingkat emisi karbon dari hutan yang disebabkan oleh deforestasi dan degradasi hutan.

Berikut ini temuan-temuan kunci dalam laporan FAO, FRA 2010, tersebut [1]:

  • Brazil kehilangan hutan, rata-rata 2,6 juta hektar setiap tahunnya dalam dekade terakhir dibandingkan dengan 2,9 juta hektar per tahun pada 1990-an, sedangkan Indonesia hanya kehilangan hutan: 0,5 juta setiap tahun pada dekade terakhir dibandingkan 1,9 juta hektar per tahun pada 1990-an.

  • Hutan-hutan primer diperhitungkan 36 % dari total kawasan hutan dunia atau berkurang lebih dari 40 juta hektar sejak tahun 2000. Hal ini disebabkan terutama oleh reklasifikasi hutan primer yang mengelompokkannya ke dalam "hutan yang tumbuh kembali secara alami lain" karena penebangan hutan secara terpilih atau upaya-upaya intervensi manusia lainnya.

  • Kawasan hutan berupa taman nasional, hutan belantara dan kawasan lindung lain secara hukum telah meningkat lebih dari 94 juta hektar sejak tahun 1990 dan menjadi: 13 % dari total kawasan hutan di dunia.

  • Hutan adalah penyerap karbon paling utama di dunia karena mampu menyimpan hingga 289 gigaton (Gt) karbon yang terkandung di dalam pohon-pohon dan vegetasi hutan lainnya. Karbon yang tersimpan dalam biomassa hutan, kayu mati, seresah hutan dan tanah secara keseluruhan adalah lebih besar daripada semua kandungan karbon di atmosfer. Namun, secara global, cadangan karbon dalam biomassa hutan menurun sekitar 0,5 Gt setahun pada 2000-2010, terutama disebabkan oleh penurunan total luas kawasan hutan.

  • Kebakaran, hama dan penyakit yang menyebabkan kerusakan hutan meningkat di beberapa negara. Rata-rata, 1 % dari total kawasan hutan dilaporkan mengalami kebakaran hutan setiap tahun. Hama serangga hutan merusak di beberapa kawasan hutan, mencapai: 35 juta hektar setiap tahunnya. Cuaca ekstrim seperti badai dan gempa bumi juga berpengaruh bagi keberadaan hutan dalam sepuluh tahun terakhir.

  • 76 negara telah mengeluarkan atau memperbaharui kebijakan kehutanan mereka sejak tahun 2000 dan 69 negara - terutama di Eropa dan Afrika - telah memberlakukan dan mengubah peraturan tentang hutan mereka sejak tahun 2005.

  • Pengumpulan data untuk Global Forest Resources Assessment sudah lebih komprehensif dan tepat. Data baru dan informasi tambahan mengenai penghijauan dan perluasan alam hutan selama 20 tahun telah dipakai untuk memperkirakan laju deforestasi dan kerugian dari penyebab alami lebih akurat. Perkiraan global untuk 1990-2000 (mendekati 16 juta hektar per tahun) lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya (13 juta hektar per tahun), karena telah memperhitungkan deforestasi di negara-negara yang telah membangun kawasan hutan lebih besar (keuntungan bersih) secara keseluruhan.

  • Suatu survei hutan berbasis penginderaan jauh, yang dipimpin oleh FAO, telah melakukan sampling di 13.500 tapak (sites) selama 15 tahun, diharapkan akan memberikan data deforestasi yang lebih akurat pada tingkat global dan regional pada akhir 2011.


  • Global Forest Resources Assessment [2] diterbitkan oleh FAO setiap lima tahun sekali, yang melaporkan hasil review status dan kecenderungan terkini dari 90 variabel penilaian yang meliputi luas, kondisi, kegunaan dan nilai dari hutan dan lahan berhutan lainnya. Adapun tujuannya untuk menilai seluruh manfaat dari sumber daya hutan di dunia.

    Kajian FRA 2010 ini telah melibatkan lebih dari 900 ahli dari 178 dan laporan lengkapnya akan dirilis pada bulan Oktober 2010.

    Sources:
    1. FAO (March, 25, 2010). World deforestation decreases, but remains alarming in many countries: FAO publishes key findings of global forest resources assessment, FAO Media Centre, Retreived March, 27,2010 from http://www.fao.org/news/story/en/item/40893/icode/
    2. FAO (March, 25,2010). Global Forest Resources Assessment 2010, FAO Global Forest Resources Assessment 2010, Retreived March, 27,2010 from
    http://www.fao.org/forestry/fra/fra2010/en/

    Related Posts:
    1. UN-REDD | Enhancing Carbon Monitoring Systems Through Satellite Imagery
    2. 7 Principles of Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD)

    Digg
    Stumbleupon
    Delicious
    Technorati
    Twitter
    Facebook
    Related Posts with Thumbnails

    Followers

      © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

    Back to TOP