Bukan Guncangan Gempa Bumi Tetapi Runtuhan Gedung Yang Menyebabkan Korban Jiwa. | b l o g o d r i l

01 March 2010

Bukan Guncangan Gempa Bumi Tetapi Runtuhan Gedung Yang Menyebabkan Korban Jiwa.

Seorang ilmuwan mengatakan bahwa bencana gempa bumi pasti akan berulang terjadi di suatu tempat, mungkin dalam waktu dekat (segera) atau jangka panjang. Memang, tidak ada seorangpun yang tahu dan dapat meramalkan kapan terjadinya gempa bumi! Tetapi gempa, kehancuran kota dan korban jiwa adalah rangkaian fakta yang (nampaknya) akan berulang di masa datang.

Suatu artikel tentang kota-kota besar di dunia yang terancam oleh bahaya seismik telah ditulis oleh Joel Achenbach di Washington Post (23/02/2010) berjudul Under the world's greatest cities, deadly plates . Selain itu artikel ini mengaris-bawahi pendapat ahli seismologi Bilham Roger, tentang pentingnya untuk membangun dan mengawasi bangunan/gedung yang memenuhi syarat tahan gempa.

Berikut ini ringkasan artikel tersebut:


Seorang ahli seismologi dari Universitas Colorado, Bilham Roger, menyatakan dalam studinya, bahwa sekitar 403 juta orang tinggal di kota-kota di dunia yang sedang menghadapi bahaya seismik yang signifikan.


Banyaknya penduduk kota – kota itu mencerminkan kondisi demografi saat ini bahwa urbanisasi yang pesat telah berlangsung sehingga lebih banyak penduduk tinggal di kota dibandingkan di pedesaan. Tahun 1800, hanya ada satu kota yang berpenduduk lebih dari satu juta orang, yaitu Beijing. Sekarang di dunia terdapat 381 wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk, setidaknya, 1 juta jiwa.

Di dalam artikelnya tersebut, Achenbach menulis, bahwa:
gempa bumi besar, akan terjadi kembali (berulang) dan dapat mengguncang kota-kota dunia, seperti: Tokyo, Istanbul, Teheran, Mexico City, New Delhi, Kathmandu atau dua kota-kota dekat Lempeng San Andreas di California, Los Angeles dan San Francisco. Selain itu, gempa bumi besar berkutnya dapat menghancurkan kota-kota Dhaka, Jakarta, Karachi, Manila, Kairo, Osaka, Lima atau Bogota.


Entah apakah kejadian gempa bumi Chili (27/02/2010) di dekat Concepcion ini juga termasuk dalam ramalan Acherbach, yang jelas dia menuliskan kota-kota di dekat lempeng San Andreas rawan terhadap gempa bumi. Gempa bumi di Conception ini juga tercatat sebagai kejadian gempa bumi yang ke enam kalinya.

Sebagian besar kota-kota yang rawan gempa telah berdiri gedung-gedung yang saat itu dibangun tanpa memperhitungkan faktor gempa bumi, atau seolah-olah gempa bumi tidak akan pernah terjadi di kota tersebut. Selain itu, penduduknya tinggal bertumpuk di rumah susun atau berimpitan bersama-sama di suatu rumah. Jika terjadi gempa bumi yang meruntuhkan rumah/atau bangunan yang ditempatinya maka dapat diperkirakan akan memakan banyak korban jiwa atau luka-luka.

Pengalaman menunjukkan bukan guncangan gempa yang menyebabkan korban jiwa tetapi (runtuhan) gedung-gedung. Nampaknya, hidup dan matinya warga kota lebih ditentukan oleh kekuatan kerangka, adukan semen, atau banyaknya kolom baja yang menopang gedung atau rumah yang mereka tempati daripada akibat guncangan gempa bumi.

Padahal 50 tahun yang akan datang, penduduk dunia diperkirakan menjadi sekitar 5 milyar jiwa dan terdapat sekitar 1 miliar unit perumahan.

Pertanyaannya: apakah unit rumah atau bangunan di kota-kota akan dibangun tahan gempa?

Source: Joel Achenbach, Under the world's greatest cities, deadly plates Washington Post, 23/02/2010.

Related Posts:
1.Tsunami Menghantam Kepulauan Pasifik, Menyusul Gempa Bumi Chili
2.4#: Apakah Rumah Anda Aman Dari Gempa Bumi ?

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP