Biofuel: Produksi Biofuel dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Yang Berkelanjutan (Review) | b l o g o d r i l

21 March 2010

Biofuel: Produksi Biofuel dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Yang Berkelanjutan (Review)

Biofuel telah menyita banyak perhatian dari para pengambil keputusan, baik di pemerintahan maupun di sektor industri, dan masyarakat luas di seluruh dunia. Hal ini juga ditunjukkan dengan banyaknya publikasi tentang sumber energi terbarukan yang telah berkembang dengan pesat. Kondisi terakhir ini menjadikan semakin sulit dan bisa jadi membingungkan bagi para pengambil keputusan dalam upaya mengidentifikasi pesan-pesan kunci yang diperlukan untuk melahirkan keputusan mereka.

Image Source: UNEP

Untuk itu International Panel for Sustainable Resource Management(IPSRM) , suatu panel pakar yang dibentuk untuk memberikan pandangan dan pertimbangan ilmiah berkepentingan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemanfaatan sumberdaya alam serta pengaruhnya terhadap degradasi lingkungan, telah menanggapi tantangan ini dengan laporan penilaian pertama yang berjudul "Towards sustainable production and use of resources: Assessing Biofuels"

Review mengenai Laporan kajian biofuel ini, saya tuliskan untuk melengkapi artikel saya sebelumnya, yaitu Biofuel: Produksi Biofuel Nasional Merosot Karena Harga CPO Dunia Melonjak (#8), dengan pesan bahwa banyak aspek yang cukup kompleks untuk dipertimbangkan dalam menentukan kebijakan pemanfaatan energi terbarukan, khususnya pengembangan biofuel, demikian pula di Indonesia.

IPSRM telah melakukan penilaian terhadap biofuel meliputi masalah produksi dan penggunaan energi biomassa yang lebih effisien dan berkelanjutan. Laporan tersebut merupakan hasil kajian menyeluruh berbagai literatur tentang biofuels dengan mempertimbangkan pendapat para ahli terkemuka di dunia, khususnya terhadap fokus kajian yaitu biofuel generasi pertama. Pertanyaan kunci yang ingin dijawab, adalah: Apakah perluasan/peningkatan produksi biofuel (selalu) lebih memberikan manfaat ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kajian produksi biofuel dilakukan dengan memperhitungkan aspek-aspek, antara lain kecenderungan global, pertumbuhan penduduk, perubahan pola pangan (nutrisi) dan pengaruh perubahan iklim.

Temuan pokok dari laporan "Towards sustainable production and use of resources: Assessing Biofuels" ini, sebagai berikut [1]:

  • Bioenergi, sejauh ini sebagian besar pemanfaatannya dalam bentuk biomassa tradisional, dan merupakan bagian dari bauran energi.

  • Kelestarian bioenergi dalam jangka panjang hanya dapat dicapai dengan kebijakan energi yang sehat dan perencanaan yang mempertimbangkan berbagai kecenderungan global, termasuk pertumbuhan penduduk, perbaikan dan perubahan pola nutrisi dan perubahan iklim.

  • Untuk mencapai berbagai tujuan kebijakan, biofuel dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang berbeda pula. Namun, tidak semua biofuels dapat tampil sama baiknya dalam hal dampaknya terhadap iklim, keamanan energi, dan dampaknya pada ekosistem. Untuk itu dampak lingkungan dan sosial perlu dinilai sepanjang siklus hidup biofuel.

  • Permintaan biofuel global di masa datang diperkirakan akan meningkat, demikian pula kebutuhan lahan. Konversi lahan untuk tanaman biofuel menyebabkan dampak lingkungan negatif termasuk implikasinya terhadap keanekaragaman hayati dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

  • Ketersediaan air adalah faktor pembatas lain, baik dari segi kualitas dan kuantitas bagi pengembangan tanaman biofuel.

  • Masih terdapat cara lain yang tersedia untuk menciptakan produksi biomassa yang lebih efisien dan berkelanjutan, sehingga mampu mengurangi tekanan terhadap lingkungan hidup.

  • Produksi biofuel yang berkelanjutan dapat terjadi jika strategi yang diterapkan lebih bertumpu pada peningkatan produktivitas sumber daya, sehingga pada skala tertentu dapat mengurangi tekanan lingkungan terhadap sumber daya alam dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.


  • Kembali merujuk pada artikel saya sebelumnya, yang melaporkan bahwa kenaikan/penurunan produksi biofuel nasional dipengaruhi oleh kecenderungan global yaitu naiknya harga CPO dunia dan kekeringan di berbagai tempat di dunia (pengaruh perubahan iklim). Sehingga, belajar dari temuan dalam laporan IPSRM tersebut, alangkah eloknya jika perencanaan dan pengembangan biofuel nasional telah dilandasi kajian yang mempertimbangkan aspek-aspek kecenderungan global, pertambahan penduduk, pola-pola pangan dan pengaruh perubahan iklim.

    Source:
    [1] UNEP, Towards sustainable production and use of resources: Assessing Biofuels, http://www.unep.fr/scp/rpanel/Biofuels.htm
    [2] Biofuel: Produksi Biofuel Nasional Merosot Karena Harga CPO Dunia Melonjak (#8), http://blogodril.blogspot.com/2010/03/biofuel-produksi-biofuel-nasional.html

    Related Posts:
    1. Biofuel: Produksi Biofuel Nasional Merosot Karena Harga CPO Dunia Melonjak (#8)
    2.Biomassa: Baru Dimanfaatkan 0.64% dari Potensinya di Indonesia (#4)
    3.Energi Terbarukan: Mampukah Menyumbang 17% dari Bauran Energi Indonesia Pada 2025? (#3)




    Digg
    Stumbleupon
    Delicious
    Technorati
    Twitter
    Facebook
    Related Posts with Thumbnails

    Followers

      © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

    Back to TOP