Indeks Kinerja Lingkungan Hidup 2010: Indonesia di Peringkat 134 dari 163 Negara di Dunia. | b l o g o d r i l

05 February 2010

Indeks Kinerja Lingkungan Hidup 2010: Indonesia di Peringkat 134 dari 163 Negara di Dunia.


Indonesia berada di peringkat 134 dari 163 negara di dunia, dengan nilai: 44,6, menurut 2010 Environmental Performance Index (EPI) atau Indeks Kinerja Lingkungan 2010 yang disusun oleh tim ahli lingkungan di Yale University dan Columbia University. Peringkat Indonesia ini turun dibandingkan dengan EPI 2008, dua tahun lalu Indonesia berada di peringkat 102 dari 149 negara di dunia dengan indeks: 66,2 (dari kemungkinan 100).

Menurut EPI, Indonesia mendapat nilai tinggi di kategori: pertanian (di peringkat 41) dan biodiversitas dan habitat (di peringkat 75). Kinerja biodiversitas lebih didukung dalam upaya pelestarian kawasan lindung laut, di peringkat: 36. Tetapi kecil dukungan sektor Kehutanan, karena kinerja kehutanan Indonesia dinilai paling buruk, di peringkat: 160 (nomor empat dari bawah), dengan nilai: 18.9. Buruknya nilai kategori kehutanan ini dikarenakan indikator untuk penutupan vegetasi hutan dinilai buruk dan hanya menduduki peringkat: 145.

Selain itu, kinerja Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim tergolong tidak mengesankan karena berada di peringkat 107. Karena Indonesia dinilai masih lemah dalam pengendalian polusi berupa pelepasan karbon dalam penyediaan listrik (peringkat: 121) dan polusi (partikel) udara kota (peringkat: 141).

Secara umum, indeks lingkungan EPI 2010 memberikan indikasi bahwa pengelolaan lingkungan hidup, terutama pembangunan kehutanan, lebih buruk dari dua tahun yang lalu. Rendahnya nilai penutupan lahan hutan, mengindikasikan bahwa alih-fungsi lahan hutan untuk penggunaaan pertambangan, perkebunan, pemukiman dan infrastruktur masih terus berlangsung. Rehabilitasi hutan dan lahan yang telah dilakukan dapat diindikasikan tidak mampu mengimbangi laju perubahan guna lahan non-kehutanan tersebut.

Berikut ini peringkat Indonesia dari 163 negara di dunia, menurut kategori EPI 2010 (didalam kurung adalah nilai/skor):

1.Lingkungan untuk berkembang-biaknya penyakit: 105 (45.4)
2.Polusi Air: 139 (31.8)
3.Penyediaan Air minum yang aman: 115 (55.8)
4.Air yang berpengaruh thd ekosistem: 37 (79.9)
5.Polusi air yang berpengaruh thd ekosistem: 117 (41.6)
6.Biodiversitas dan Habitat: 75 (63.2)
7.Kehutanan: 160 (18.9)
8.Perikanan: 79 (70.4)
9.Pertanian : 41 (86.7)
10.Perubahan Iklim: 107 (49.2)

Menurut laporan EPI 2010, pendapatan negara yang tinggi beerpengaruh terhadap keberhasilan lingkungan. Islandia berada di peringat pertama, kinerja lingkungan yang terbaik ditunjukkan di sektor kesehatan masyarakat dan lingkungan berupa pengendalian emisi gas rumah kaca, dan reboisasi. Negara berperingkat tinggi lainnya: Swiss, Kosta Rika, Swedia, dan Norwegia - yang melakukan investasi besar pada lingkungan hidup, infrastruktur, pengendalian polusi, dan kebijakan yang dirancang mengarah kepada kelestarian lingkungan jangka panjang.

Sebaliknya, negara-negara yang berada di posisi lima terbawah adalah Togo, Angola, Mauritania, Republik Afrika Tengah, dan Sierra Leone. Yang terakhir ini merupakan negara-negara miskin yang tidak memiliki fasilitas dan kapasitas kebijakan memadai.

Amerika Serikat di peringkat 61, dengan hasil yang baik pada beberapa isu, seperti penyediaan air minum yang aman dan kelestarian hutan, tetapi kinerjanya lemah pada isu-isu: emisi gas rumah kaca dan beberapa aspek polusi udara lokal. Peringkat ini menempatkan Amerika Serikat secara signifikan di belakang negara-negara industri lainnya seperti Inggris: 14, Jerman: 17, dan Jepang: 20.

Laporan 2010-EPI ini merupakan edisi ketiga yang diperbaruhi setiap dua tahun sejak tahun 2006. EPI dibangun dari data-data terbaik sesuai indikator-indikatornya yang tersedia pada organisasi internasional seperti World Bank, UN Development Programme, UN Food and Agriculture Organization (FAO), the UN Framework Convention on Climate Change, selain itu bersumber pula pada kelompok-kelompok riset, seperti World Resources Institute dan University of British Columbia. Namun, kelemahannya, karena data ini umumnya berupa laporan yang disampaikan oleh setiap negara kepada organisasi international itu, disadari bahwa pihak-pihak eksternal tidak mudah untuk melakukan verifikasi atau kajian langsung ke sumbernya di setiap negara.

Laporan lengkap EPI 2010 dapat didownload di situs EPI:

Source: EPI-Yale,http://epi.yale.edu.

Related Post:
Kebakaran Hutan, Perubahan Iklim dan Indeks Kinerja Lingkungan Hidup Indonesia.

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP