5 Jurus Pelanggan Banjir Tanpa Akhir | b l o g o d r i l

25 February 2010

5 Jurus Pelanggan Banjir Tanpa Akhir


Banjir adalah bencana alam yang biasa terjadi di Indonesia setiap tahun. Saat ini, jika media meliput dan memberitakan tentang banjir di suatu daerah sudah bukan hal yang luar biasa. Kecuali mereka yang terkena dampak langsung banjir. Para korban bencana banjir ini tentu akan sibuk memindahkan barang-barang miliknya ke tempat yang aman dari genangan, menyiapkan tempat evakuasi sementara untuk seluruh keluarga, dan setelah aman tetapi banjir belum berakhir, mereka harus mengungsi. Semacam prosesi dari para "pelanggan banjir tanpa akhir" (karena selalu terjadi dan berulang setiap tahun)

Dampak bencana banjir dapat bersifat lokal, artinya terbatas hanya di suatu daerah. Tetapi banjir dapat pula berdampak sangat luas meliputi daerah aliran sungai (DAS), bahkan lintas provinsi atau meliputi beberapa kota/kabupaten.

Karakteristik banjir bermacam-macam, ada banjir yang datang secara berlahan dalam beberapa hari. Tetapi kadangkala, tanpa tanda-tanda hujan, banjir datang bak air bah secara cepat (hanya beberapa menit saja). Yang terakhir ini biasa disebut banjir bandang, sangat berbahaya, karena seringkali membawa muatan batu, lumpur dan sampah-sampah kayu. Kekuatan banjir bandang tidak mampu ditahan. Cepat menyapu apa saja yang dilaluinya.

Banjir dapat juga terjadi akibat dari bendungan/dam yang jebol, banjir semacam ini dampaknya menyerupai banjir bandang, ingat dengan jebolnya dam Situ Gintung di daerah selatan Jakarta (2009).

Anda disarankan untuk tetap waspada, jika anda tinggal di dataran rendah, di suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan, di dekat (bantaran) sungai atau di dekat bendungan/dam. Tempat-tempat ini banjir bisa saja datang tidak diundang!

Kita telah banyak belajar dari terjadinya berbagai bencana alam, mulai gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Pengalaman menangani bencana dan hidup berdampingan dengan bencana mengharuskan kita tetap waspada. Artikel ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang apa yang harus kita lakukan jika banjir datang, sejak persiapan, saat terjadi banjir hingga saat setelah banjir berakhir.

Jurus 1#: Bersiap-siap Menghadapi Banjir

  • Periksa letak dan kondisi rumah anda, jika berada di daerah banjir dan tidak ada pilihan untuk pindah, maka persiapkan tempat-tempat aman untuk menyelamatkan diri dari banjir, seperti membuat loteng atau membuat lantai di atas (rumah di tingkat);

  • Pindahkan pemanas air, panel-panel listrik dan barang-barang penting anda ketempat yang aman dari kemungkinan genangan banjir.

  • Bangun penghalang (karung pasir, sekat penahan air) di pintu-pintu masuk rumah anda.

  • Dinding rumah anda yang di lantai bawah (basement), lebih baik dilapisi dengan pelapis dinding (seal) tahan air, ini untuk menghindari merembesnya air ke dalam dinding yang seringkali menimbulkan jamur atau lumut.


  • Jurus 2#: Waspada Saat Terjadi Banjir

  • Selalu memantau dan mendengarkan informasi, melalui telefon, radio atau televisi.

  • Waspadalah terhadap banjir bandang, segera bersiap untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi atau segera mengungsi jika kemungkinan besar terjadi banjir bandang. Tidak usah menunggu "instruksi" untuk mengungsi dari pihak lain.

  • Waspada terhadap sungai, saluran pembuangan / parit, atau tempat-tempat dimana banjir bandang bisa datang sewaktu-waktu.


  • Jurus 3#: Bersiap-siap Mengungsi

    Pada prinsipnya persiapan yang baik akan membuat anda menjadi lebih tenang dan tidak khawatir meninggalkan rumah dan berada di pengungsian. Berikut ini persiapannya:

  • Pastikan rumah anda aman, terkunci dan barang-barang penting anda sudah tersimpan di lantai atas.

  • Matikan aliran listrik, gas dan air minum serta cabut konektor peralatan elektronik anda.

  • Awas jangan menyentuh peralatan elektronik jika kaki anda basah atau terendam air.



  • Jurus 4#: Mengingat dan Memahami Tips Mengungsi


  • Hindari berjalan pada aliran air atau arus banjir yang deras. Jika anda harus berjalan dalam arus yang deras dengan kedalaman air 15 Cm sudah cukup berbahaya dan dapat membuat anda jatuh. Maka, tetap waspada dan upayakan anda tidak bergerak sendirian. Berjalan di dalam arus deras jelas lebih berbahaya daripada berjalan di dalam genangan banjir (air yang diam).

  • Jangan mengemudikan kendaraan anda memasuki lokasi yang kebanjiran, jika air makin tinggi dan mulai masuk ke mobil anda, segeralah keluar dan tinggalkan mobil anda.


  • Fakta tentang bahaya mengemudikan mobil saat benjir, antara lain:

  • Air yang bergerak dengan kedalaman lebih dari 15 Cm hingga menyentuh lantai mobil anda, dapat menyebabkan anda kehilangan kontrol terhadap mobil anda.

  • Arus yang kuat dari air sedalam lebih dari 70 Cm dapat menghanyutkan mobil anda, termasuk mobil tipe Spot Utility Vehicles (SUV's) dan pick-up.

  • .
    Jurus 5#: Memonitor, Memeriksa, Memperbaiki Kerusakan dan Membersihkan Rumah Tinggal

  • Dengarkan berita tentang banjir, tim-tim penolong dan bantuan.

  • Hindari berendam lama di dalam air, karena banjir biasanya membawa sampah, kotoran oli dan minyak.

  • Bahaya yang mengintai adalah adanya aliran listrik akibat dari kabel listrik yang terendam air.

  • Hindari berjalan dalam arus air yang deras.

  • Hati-hati terhadap jalan yang berlumpur, jika anda harus berkendara mobil melewatinya.

  • Jauhi lokasi dimana ada tiang listrik yang ambruk dan terendam air.

  • Kembali ke rumah setelah benar-benar anda nilai aman.

  • Ekstra hati-hati saat memasuki rumah anda, untuk berjaga-jaga terhadap bahaya yang sedang mengintai, seperti arus listrik, kebocoran gas dll

  • Perbaiki segera kerusakan sistem pembuangan rumah anda, jika bocor/rusak diterjang banjir, misalnya: septic tanks, untuk menghindari ancaman penyakit paska kejadian banjir.

  • Bersihkan dengan disinfektan segala sesuatu atau barang-barang anda yang basah.

  • Bersihkan lumpur yang tertinggal di dalam rumah anda, lumpur banjir ini seringkali mengandung bahan/limbah beracun atau bahan-bahan kimia berbahaya bagi tubuh manusia.


  • Sekali lagi, terjadinya banjir di berbagai tempat di Indonesia telah mengingatkan kita bahwa kita hidup berdampingan dengan bencana alam. Karakter geologis dan geografis Indonesia menjadikannya sebagai kawasan yang rawan banjir. Faktanya adalah 30% dari 500 sungai di negara kita melintasi daerah berpenduduk padat. Curah hujan di wilayah Indonesia termasuk tinggi, terutama di Indonesia bagian barat. Kerawanan terhadap banjir ini masih diperburuk dengan penggundulan hutan atau perubahan tata-guna lahan yang tidak memperhatikan daerah resapan air.

    Maka, jadilah kita pelanggan banjir tanpa akhir!

    Related Posts:
    1. Banjir Jakarta, Engkong dan Rumah Tingkat
    2. Banjir Pasuruan: Kenali, Bertindak dan Tetap Waspada Terhadap Bahaya Banjir
    3. Deadly Flooding in South Jakarta

    Digg
    Stumbleupon
    Delicious
    Technorati
    Twitter
    Facebook
    Related Posts with Thumbnails

    Followers

      © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

    Back to TOP