Tsunami Dapat Dideteksi dengan Kabel Serat Optik Bawah Laut | b l o g o d r i l

21 January 2010

Tsunami Dapat Dideteksi dengan Kabel Serat Optik Bawah Laut



Sebuah studi baru yang dipimpin oleh Manoj Nair, ilmuwan CIRES, menemukan bahwa tsunami menghasilkan medan listrik ketika sedang bergerak. Medan listrik ini dapat merambati jaringan kabel komunikasi serat optik yang telah terpasang di dasar laut.

Air laut yang mengandung garam adalah konduktor yang baik, mengandung ion natrium yang bermuatan positif dan ion klor yang bermuatan negatif dalam larutan bebas yang bergerak, sehingga menghasilkan sejumlah kecil listrik pada saat bergerak melintasi medan magnet bumi.

Interaksi antara partikel bermuatan dalam air laut dengan medan magnet bumi dapat menginduksi tegangan hingga 500 millivolts pada jaringan kabel komunikasi (internet dan telepon) yang berseliweran di dasar laut. "Sinyal elektromagnetik ini sangat kecil dibandingkan dengan baterai 9-volt, tapi masih cukup jelas untuk dapat dibedakan dari kebisingan yang terdengar melatar-belakangi saat medan magnetis laut tenang," kata Nair.[1]

Hasil tersebut diperoleh pada saat Nair dan kawan-kawannya melakukan uji-coba dengan menggunakan model komputer canggih untuk memperkirakan medan listrik yang ditimbulkan oleh tsunami yang bergerak di Samudera Hindia, akibat dipicu oleh gempa bumi di lepas pantai Sumatera tahun 2004.

Namun pengujian dan verifikasi lebih lanjut masih harus dilakukan, sebelum sinyal-sinyal listrik ini dapat digunakan untuk meningkatkan peramalan tsunami - yang sekarang sangat bergantung pada jaringan Seismometer global untuk mendeteksi gempa bumi, kata Nair, termasuk memperdalam melalui penggunaan data sebenarnya yang dikumpulkan dari kabel-kabel serat optik bawah laut.[2]

Oleg Godin, salah satu mitra penelitian Nair, mengatakan sekalipun ini hanya perubahan kecil tetapi bisa membuat perbedaan besar:
"Jika Anda mendeteksi tsunami di laut dalam - dan itulah yang kami kerjakan - pada saat itu juga anda jauh dari pantai, maka anda punya waktu beberapa jam, atau puluhan menit, untuk memperingatkan orang-orang," katanya. "Jika orang-orang telah mempunyai kesadaran tinggi dan siap menghadapi bahaya tsunami, peringatan yang anda berikan 15-menit sebelum kejadian, sudah cukup untuk menyelamatkan semua orang" [1].

Teknologi yang relatif sederhana, lonjakan tegangan listrik yang dapat berfungsi sebagai sistem peringatan dini tsunami bagi negara-negara yang tidak mampu membeli sensor canggih dan peralatan deteksi yang mahal. Karya Nair ini akan di akan diterbitkan pada bulan Februari 2010 di Jurnal Earth, Planet and Space.

Sources:
1. Laura Snider, Local researchers find innovative ways to track big waves, Daily Camera, http://www.dailycamera.com/cu-news/ci_14225169
2. Alexis Madrigal, Undersea Internet Cables Could Detect Electromagnetic Tsunami Signals, Wired.Com, http://www.wired.com/wiredscience/2010/01/tsunami-detection/

Related Posts:
1.Tidak Perlu Resah, Bersiaplah Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami
2. Scientist Prediction: Earthquake and Tsunami Are Potential Strike at West Sumatra



Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP