South to South Film Festival 2010: Ruang Kepedulian Pembuat Film Terhadap Isu Lingkungan Hidup, Gender dan HAM | b l o g o d r i l

14 January 2010

South to South Film Festival 2010: Ruang Kepedulian Pembuat Film Terhadap Isu Lingkungan Hidup, Gender dan HAM


Saat menulis artikel film dokumenter "The Town That Was", saya sempat berpikir mengapa yang membuat film dokumenter lumpur Sidoharjo: "Mud Max: Investigative Documentary – Sidoarjo Mud Volcano Disaster" adalah Gary Hayes, orang Amerika, bukan salah satu sineas atau pembuat film kita ? Ini sebelum saya web-walking dan tiba di situs South to South Film Festival 2010.

Dari situs ini, saya lalu tahu, ternyata, Danial Rifki, telah membuat film dokumenter tentang anak-anak korban lumpur Sidoharjo. Salah satu film yang akan diputar pada puncak acara dari South to South Festival 2010 di Goethe Institut dan CCF Salemba pada tanggal 22-24 Januari 2010.

Dan masih banyak para pembuat film dokumenter bertemakan lingkungan hidup dari Indonesia, seperti Darwin Nugraha, YR Ristiawan, Emil Heradi dan Chairun Nisa.

Tentu saja, cocok dengan thema festival yaitu "We Care atau Kami Peduli". Para pembuat film dokumenter dipastikan memiliki ruang untuk menunjukkan kreasi dalam bentuk film (media visual) atas kepeduliannya terhadap isu lingkungan hidup, keadilan ekologi, gender dan Hak Azasi Manusia (HAM). Ruang kreasi dan kepedulian ini tersedia dalam South to South Film Festival 2010.

Berikut ini film-film yang akan diputar dalam South to South Festival 2010, bertempat di Goethe Institut dan CCF Salemba (Jakarta) pada tanggal 22-24 Januari 2010:

1. Anak-Anak Lumpur (Segala umur| Danial Rifki | Indonesia)
2. The Age of Stupid (Segala umur| Franny Amstrong|Inggris)
3. Ayam Mati di Lumbung Padi ( 14+ | Darwin Nugraha|Indonesia)
4. Tambogrande: Mangos, Murder, Mining ( 14+ | Ernesto Cabellos Damian & Stephanie Boyd|Peru)
5. Darwin’s Nightmare ( 17+ | Hubert Sauper|France-Austria-Belgium)
7. Cheat Neutral ( 14+ | Beth Stratford | Inggris)
8. The Carbon Connection ( 14+ )
9. H2Oil (Segala umur | Shannon Walsh|Kanada)
10. Le Moine et le Poisson (Segala umur | Michaël Dudok de Wit|Prancis)
11. Animasi (1995|Film tanpa dialog)
12. Plastic Perils of The Pacific (Segala umur | Brandon & Carlene Strathmann|USA)
13. Animasi (2008|tanpa dialog)
14. Pipsqueak Prince (Segala umur | Zoïa Trofimova )
15. Animasi (2006|tanpa dialog )
16. Heureux qui comme Edouard (14+ | Vincent Burgevin & Franck Lebon|Prancis)
17. Pemburu Minyak ( 14+ | Yoram Rizki Ristiawan | Indonesia)
18. Negeri Maling ( 14+ | Emil Heradi | Indonesia)
19. Purnama Di Pesisir ( 14+ | Chairun Nisa | Indonesia)
20. Ilha das Flores ( 14+ |Jorge Furtado|Brazil)
21. Dibalik Pasir (Segala umur | JATAM & Bingkai Production|Indonesia)
Lihat selengkapnya durasi dan sinopsis film di www.stosfestival.org

Festival Film ini telah memilih 6 film terbaik dengan kategori film lingkungan, inspiring films, film tentang, dari dan untuk anak-anak; serta video kampung dari program Kompetisi Film Dokumenter. Film pemenang kompetesi ini juga akan diputar, yaitu:

1. Satu Harapan (Segala umur | Yuli Andari | Benang Merah Production|2009)
2. Sang Pawang Air ( Bowo Leksono |Goldwater|2008)
3. The Last One: Hutan Bakau Satu-satunya di Jakarta (BSI|2009)
4. Mata Air Mata ( Aditya Wardhana | Independen Profesional Indonesia|2008)
5. Diujung Kehancuran ( Insan Indah Pribadi |Sangkanparan|2007)
6. Tanah Negara – Not For Sale (Gede Sugiarta |Yayasan IDEP|2009)

Selamat atas terselenggaranya festival film ini, semoga sukses dan dapat diselenggarakan tiap tahun.

Related Posts:
1.10 "Eco Film" Yang Dibuat Enam Tahun Terakhir
2."The Town That Was": Film Dokumenter Bencana Dari Aktivitas Penambangan
3. The Going Green Film Festival, 2010: Kontribusi Dunia Perfilman Untuk Lingkungan Hidup

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP