Selamat Tahun baru 2010: Apa Makna "Hari Tahun Baru" Bagi Kehidupan Kita? | b l o g o d r i l

01 January 2010

Selamat Tahun baru 2010: Apa Makna "Hari Tahun Baru" Bagi Kehidupan Kita?



Banyak orang merayakan tahun baru dengan kembang api, terompet, panggung hiburan atau beramai-ramai pergi ke tempat-tempat wisata. Ada keramaian dan suka cita warga di saat pergantian tahun. Tapi setelah itu, selesai...Apa makna "hari tahun baru" bagi kehidupan kita?

Yang paling menonjol dan sering kita dengar adalah suatu kebiasaan populer dalam memaknai tahun baru yaitu: membuat resolusi. Baik tersirat maupun tersurat, memang belum pernah disurvai berapa rata-rata orang Indonesia yang membuat resolusi. Menariknya, ada kemiripan dalam membuat resolusi, pada umumnya, seperti: ingin menjadi orang yang lebih baik, ingin menjadi lebih sehat, ingin mengurangi merokok dan memperbanyak olah raga, ingin mengurangi kelebihan berat badan, dll.

Namun, jika kita cermati, hari tahun baru itu lebih bermakna sebagai hari libur bagi kebanyakan orang Indonesia. Bagi yang merayakan Natal bisa langsung mengambil cuti kerja hingga tahun baru. Sedangkan, mereka yang masuk kerja, berharap kalau bisa aktivitas kerja dikurangi. Menjelang tahun baru, mereka sebisa mungkin dapat berkumpul dengan keluarga atau kolega.

Lain halnya dengan kaum tua di Eropa, ada suatu resolusi yang serius atau boleh dikatakan sebagai kebiasaan, contohnya: "bahwa apa yang dilakukan pada hari pertama ini berarti akan dilakukan sepanjang tahun". Sehingga, umumnya di hari pertama tahun baru, mereka akan melakukan hal-hal yang mempunyai makna dan nilai yang lebih serius dibandingkan perilaku keseharian mereka.

Nilai-nilai resolusi (tahun baru) tidak hanya berkepentingan dengan hal-hal fisik dan hubungan sosial eksternal. Bisa juga secara psikologis. Yang terakhir ini, contohnya: ingin memperbaiki diri-sendiri. Terkandung di dalammya nilai psikologis seperti janji untuk menjadi lebih bijak, sabar dan mau mendengarkan pendapat orang atau mengurangi letupan emosional. Bahkan, seringkali terukir janji: untuk lebih taat beribadah. Kalau boleh dirangkum seluruhnya, resolusi sepertinya mengungkapkan ambisi moral dari orang-orang yang ingin memperbaiki diri dan kehidupannya.

Nah, apa makna filosofis dari resolusi Tahun Baru Anda? Apakah sudah menyiratkan bahwa anda ingin lebih mengendalikan diri anda? Perubahan hidup anda sudah seharusnya ditentukan oleh diri anda sendiri. Anda sebagai individu, bebas menentukan pilihan-pilihan untuk memperbaiki diri dan kehidupan anda. Tidak lagi bergantung pada pilihan orang lain, ramalan bintang atau prediksi sang paranormal. Hidup anda di tangan anda sendiri.

Tapi, ngapain repot-repot bikin resolusi Tahun Baru? Jawabannya: ketika orang memutuskan membuat resolusi dan melakukannya, berarti orang ini ingin bahagia. Mungkin ini lebih secara tersirat (implisit), dan kita boleh bersepakat, bahwa kebahagiaan itu berasal dari pencapaian nilai-nilai. Itulah sebabnya mengapa Anda memutuskan untuk menjadi lebih taat beribadah, lebih sehat, lebih sabar, lebih ambisius, lebih percaya diri dan lebih-lebih lainnya... Anda ingin menikmati rasa pencapaian nilai-nilai dalam tujuan, prestasi dan kesenangan dalam hidup anda. Ada kebahagiaan setelah itu, bukankan kebahagiaan merupakan penggerak dan tujuan hidup seseorang. Oleh karena itu, Hari Tahun Baru menjadi istimewa. Sebagai titik awal menuju pencapaian kebahagian hidup, dengan resolusi, menjadikannya lebih mungkin dan lebih nyata. Inilah mengapa makna Hari Tahun Baru menjadi penting dan signifikan secara psikologis kepada begitu banyak orang di seluruh dunia.

Selamat menerapkan nilai-nilai pencapaian hidup anda secara konsisten selama 365 hari, saya berharap anda akan menjadi lebih bahagia.

SELAMAT TAHUN BARU 2010


Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP