10 "Eco Film" Yang Dibuat Enam Tahun Terakhir | b l o g o d r i l

08 January 2010

10 "Eco Film" Yang Dibuat Enam Tahun Terakhir

Selain The Town That Was, berikut ini daftar film yang bercerita tentang lingkungan hidup atau "Eco Film" yang dibuat oleh orang Amerika dalam enam tahun terakhir:

1# FOOD, INC. (2009)


FOOD, INC mengguncang pikiran penonton dengan mengungkap pertanian skala besar dan produksi pangan di Amerika Serikat (AS) - berisi banyak kritik kepada orang-orang Amerika yang memiliki perusahaan-perusahaan besar dalam pembuatan makanan.

Michael Pollan dan Eric Schlosser, mengungkapkan kritik kepada industri makanan di Amerika Serikat dalam periode jangka panjang, dalam FOOD Inc:

"Our nation's food supply is now controlled by a handful of corporations that often put profit ahead of consumer health, the livelihood of the American farmer, the safety of workers and our own environment"

Film ini dibagi menjadi tiga segmen: yang bercerita tentang produksi daging, biji-bijian dan sayur-sayuran; ekonomi industri pertanian dan kuasa hukum bisnis yang berada di balik layar.

Kata salah satu resensi, "Anda mungkin tidak akan menyukai apa yang Anda lihat di sini, tapi lebih baik anda memegang hidung dan tersedak, sehingga apa yang mengganjal dan tidak mengenakkan anda itu turun juga. FOOD,Inc adalah untuk kebaikan anda."

Nah, anda diharapkan sempat melihatnya.

2# The Cove (2009)


Sebuah film indah meskipun subyeknya menggenaskan, berdasarkan tulisan hasil dari jurnalisme investigatif. The Cove mengungkap pembunuhan brutal puluhan ribu lumba-lumba di Taiji, Wakayama, di Jepang selama bertahun-tahun.

Dalam film ini, sutradara Louie Psihoyos dan mantan pelatih lumba-lumba O'Barry Ric bekerjasama dengan Ocean Preservation Society telah mempelajari dan mengungkap kebenaran tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi melalui The Cove dan mengapa film ini penting untuk semua orang di dunia.

Kata salah satu kritikus, "kekuatan besar dari film dokumenter ini adalah kisahnya tentang pembunuhan rahasia lumba-lumba liar di Jepang yang dibuat dengan estetika yang diselingi dengan pengeditan yang trampil, musik yang renyah, bahkan disisipi beberapa lelucon. Boleh dikatakan ini sesuatu yang radikal bagi film eko-dokumenter."

The Cove adalah salah satu film yang kuat dan menarik bagi para pecinta alam (konservasionis) di dunia.

3# Earth (2007/2009)


Didasarkan pada serial televisi "Planet Earth", yang mulai debutnya di Discovery Channel dan BBC pada tahun 2007, film ini telah merangkai gambar-gambar spektakuler planet kita, dan makhluk yang menghuninya:
"Along the way, EARTH takes us on a global tour of nature in all its colorful splendor and harrowing moments--from windswept tundra to teeming rainforests, from cheetahs running down their prey to ducklings taking first flight"

Sehingga mampu mempesona kita yang menontonnya. Apakah planet kita benar-benar tampak begitu luar biasa?

Disney memutar film ini dalam peluncuran divisi film baru Disneynature dan merilisnya di Hari Bumi 2009, dengan narasi dalam versi Inggris oleh Patrick Stewart dan versi Amerika oleh James Earl Jones.

Promosi Disneynature, agar orang mau membeli tiket sekaligus peduli lingkungan hidup, yaitu menawarkan untuk menanam satu pohon bagi setiap tiket yang dibeli pada akhir pekan selama pemutaran perdana. Akhirnya, dari hasil tiket yang terjual, lebih dari 2 juta pohon dapat ditanam!

Disney berencana menindaklanjuti keberhasilan Earth dengan film dokumenter tentang Ocean yang direncanakan untuk Hari Bumi 2010.


4# Fuel (2008)


Josh Tickell telah membuat film dokumenter Fuel yang mengungkapkan kebenaran dan keterkaitan antara industri mobil, industri minyak dan pemerintah, pada saat yang bersamaan sedang menyelidiki energi alternatif. Seperti tag-line berikut:
"Fuel exposes shocking connections between the auto industry, the oil industry and the government, while exploring alternative energies such as solar, wind, electricity and non-food-based biofuels"

Film ini menawarkan solusi bagaimana industri minyak selayaknya beroperasi dengan memperhatikan lingkungan hidup secara berkelanjutan untuk masa depan. Termasuk pilihan-pilihan energi alternatif: panas matahari, angin, listrik dan bio-fuel.

Film dokumenter ini ditetapkan sebagai Critic's Pick oleh kritikus film di New York Times dan dielu-elukan oleh banyak organisasi lainnya. Sebagai salah satu film pemenang festival film Sundance, film ini diharapkan akan mengubah cara anda melihat biofuel selama ini.

5# The 11th Hour (2007)


Leonardo DiCaprio adalah produser The 11th Hour, setelah merilis film: An Inconvenient Truth sekitar musim panas pada tahun 2007. Leo, dalam membuat film ini, telah memutuskan untuk melibatkan para ahli ilmu iklim dan membiarkan mereka menjelaskan dampak dari perubahan iklim.

Sayangnya, sementara film berhasil menampilkan persis apa yang diinginkan para kreatornya, penonton tidak selalu tertarik melihat berbagai malapetaka dan kesuraman masuk dan berkecamuk di benak mereka saat menonton film ini:
" This film is essentially a horror story, recounting the myriad sins perpetrated against the environment (pollution, deforestation, over-mining resources), the reasons behind it (corporate greed, faulty public policy, bad leadership, ignorance), and what it means for the human race"

Fakta bahwa sebenarnya The 11th Hour telah menghadirkan berbagai kajian ulang aktivitas manusia global melalui teknologi, tanggung jawab sosial dan konservasi, tetapi belum mampu menarik lebih banyak orang menontonnya.


6# An Inconvenient Truth (2006)



Disutradarai oleh Davis Guggenheim dan dibintangi oleh Al Gore, An Inconvenient Truth, yang paling layak mendapat pujian dalam hal meningkatkan kesadaran orang di seluruh dunia terhadap pemanasan global, seperti ungkapan sinopsis ini:
" Humanity is sitting on a time bomb. If the vast majority of the world’s scientists are right, we have just ten years to avert a major catastrophe that could send our entire planet into a tail-spin of epic destruction involving extreme weather, floods, droughts, epidemics and killer heat waves beyond anything we have ever experienced"

Gore telah menggunakan gaya yang unik dengan etika berkelas tinggi, dan berhasil menempatkan diri pada posisinya seperti saat ini, yaitu orang yang paling berpengaruh dalam isu-isu iklim atau pemanasan global. Gore telah berhasil memulihkan citranya sejak kalah dalam Pemilu Presiden AS tahun 2000.

Kritikus menyukainya, seperti David Edelstein, kritikus New York Magazine, yang menyebut film ini: "Salah satu film dokumenter yang paling realistis yang pernah saya lihat-dan salah satu yang paling dahsyat dalam implikasi. "

Film ini selanjutnya menerima Oscar untuk kategori: Best Documentary Feature dan Best Original Song.


7# Who Killed The Electric Car? (2006)



Suatu upaya melakukan revolusi di industri mobil. Seperti digambarkan dalam sinopsis:
"It was among the fastest, most efficient production cars ever built. It ran on electricity, produced no emissions and catapulted American technology to the forefront of the automotive industry"

Electronic Vehicle (EV) 1 sebagai mobil listrik revolusioner di California didokumentasikan telah menghasut kemarahan para "pabrikan mobil besar". Produser Chris Paine dituduh melakukan konspirasi dalam menyerang General Motor sebagai pembunuh mobil-mobil listrik (EV1) dan segala potensinya.

"Film ini bertanggung jawab karena membuat orang melompat marah, tidak peduli, benar/tidak bahwa mereka membeli Paine untuk mewujudkan teori konspirasi," tulis seorang kritikus. Sebuah sekuel, Revenge of the Electric Car, telah direncanakan dibuat.


8# Earthlings (2005)


Earthlings merupakan salah satu pemenang penghargaan film, yang menceritakan penderitaan para hewan, karena dimanfaatkan untuk makanan, fashion, hewan peliharaan, hiburan dan penelitian medis.

Joaquin Phoenix, nominator Academy Award, telah berhasil menjalin kisah bagaimana hewan diberlakukan dalam masyarakat. Suatu film dokumenter yang kuat dengan ilustrasi musik yang menggugah oleh Moby. Film ini dikenal juga sebagai "vegan maker" karena mampu menginspirasi dan mendorong beberapa orang yang menontonnya berubah menjadi seorang vegan, tidak memakan daging lagi.

Tergolong, salah satu film dokumenter yang banyak diperbincangkan orang, sehingga Phoenix berkomentar: "Dari semua film yang pernah saya buat, Earthling adalah salah satu yang membuat orang-orang lebih banyak membicarakannya. Untuk setiap satu orang yang melihat Earthling, mereka akan memberitahu kepada tiga orang lainnya."


9# The Real Dirt on Farmer John (2005)


Salah satu film dokumenter terbaik tetapi hanya sedikit orang yang telah menonoton.

The Real Dirt on Farmer John menceritakan kisah seseorang petani dengan keluarganya dan tanah pertaniannya - bagaimana mereka mengubah hidupnya dan menjadi mercusuar dalam hal revolusi makanan organik di Amerika Serikat:
"a personal documentary about John Peterson, a farmer, artist, and eccentric/innovative thinker cast in rural Illinois"

Sutradara Taggart Siegel telah mendokumentasikan kisah petani John Peterson, sahabatnya yang memiliki kisah hidup unik, dalam masa persahabatan mereka yang lebih dari 25-tahun. Siegel menggunakan berbagai media: mulai dari film 8 mm yang dipakai untuk shooting di peternakan pada tahun 50-an hingga kamera video modern.

Dari film ini orang dapat belajar bagaimana suatu pilihan yang jarang diambil oleh orang lain tetapi dilakukan oleh si petani John secara konsisten, pada akhirnya memberikan suatu keberhasilan dalam pencapaian nilai-nilai kehidupan.


10# The End of Suburbia (2004)


The End of Suburbia memang tidak pernah dirilis di gedung bioskop di Amerika Serikat , tapi muncul menyertai diskusi besar-besaran mengenai ketergantungan terhadap minyak murah di Amerika Serikat - dan kenapa masyarakat terutama yang tersingkir di pinggiran kota gagal menikmatinya. Tercermin dalam tag-line film ini:
"Oil Depletion and the Collapse of the American Dream"

Wilayah pinggiran kota, sepenuhnya juga merupakan lingkungan buatan, dimana berbagai hal terburuk dapat terjadi di sini sebagai dampak kehidupan kota-kota modern. Wilayah pinggiran ini tidak dapat diabaikan begitu saja.

Pada tahun 2007, sebuah sekuel berjudul Escape from Suburbia, telah dibuat, film ini menceritakan kondisi yang lebih suram lagi tentang kehidupan dan ketersediaan minyak di pinggiran kota.

Sayang sekali, saya belum berhasil membuat daftar green film atau film yang bertemakan lingkungan hidup yang dibuat oleh orang Indonesia. Saya sedang mencoba mengumpulkannya.....

Related Posts:
1. "The Town That Was": Film Dokumenter Bencana Dari Aktivitas Penambangan

2. The Going Green Film Festival, 2010: Kontribusi Dunia Perfilman Untuk Lingkungan Hidup

Source:
ROTTEN TOMATOES: Movies - New Movie Reviews and Previews, http://www.rottentomatoes.com/?intcmp=topnav_home

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP