Tips #5 Gaya Hidup Selaras Alam : Hemat Air Bersih Di Rumah | b l o g o d r i l

02 July 2009

Tips #5 Gaya Hidup Selaras Alam : Hemat Air Bersih Di Rumah

Indonesia merupakan negara ke-lima terkaya air di dunia (2.838 km3/th). Namun penyediaan air bersih masih menjadi masalah, terutama di Pulau Jawa. Pulau Jawa hanya mempunyai 4,5 % potensi air tawar nasional tetapi harus menopang 65% jumlah penduduk Indonesia yang seluruhnya berjumlah ± 225 juta juta jiwa pada 2008. Hal ini menggambarkan kesediaan air bersih lebih kecil dari kebutuhannya.

Sistem air bersih yang ada di Indonesia hanya cukup untuk melayani ± 45 juta penduduk di perkotaan dan ± 7 juta penduduk di pedesaan.[1] Atau hanya 23 % rumah tangga yang mempunyai akses terhadap pelayanan air bersih melalui perpipaan. Sehingga, sebagian besar penduduknya harus mengambil air tanah. Dampak pengambilan air tanah terutama di kota-kota besar adalah penurunan muka tanah.

Kota Jakarta yang 73 % kebutuhan air bersih untuk rumah tangga dicukupi dari air tanah, sehingga mengalami penurunan muka tanah setinggi ± 7 centimeter per tahun di kawasan Monumen Nasional (Monas). Suatu eksplotitasi air tanah yang tidak lagi selaras alam yang berakibat luar biasa lingkungan hidup kita.

Di satu sisi, tak dapat dihindari, kebutuhan air bersih akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, pemukiman dan industri. Tetapi di sisi lain pasokan air bersih semakin berkurang karena jumlah cadangan air makin menipis.

Berkurangnya cadangan air, antara lain, karena sedimentasi pada waduk-waduk dan perubahan iklim yang mempengaruhi siklus hidrologi sehingga musim kemarau bertambah panjang.

Masih ada lagi!, seperti yang sering kita lihat, kebocoran pipa-pipa air bersih milik perusahaan air minum (PAM). Tercatat, tingkat kebocoran perpipaan air bersih nasional rata-rata 40%.

Lalu bagaimana? Apa yang bisa kita lakukan?

Bertindaklah untuk menghemat air bersih!

Berikut ini beberapa 8 tips menghemat air bersih agar kita hidup selaras alam :

1. Ketika hujan langka atau berkurang, tampunglah air hujan dalam tangki/drum di luar rumah, pilih ukuran sesuai kebutuhan anda yang tinggal di perkotaan atau pedesaan.

2. Air (hujan) tampungan ini dapat dipakai untuk mencuci mobil, menyiram tanaman dan mengepel lantai garasi atau teras rumah.

3. Memperbaiki semua kebocoran instalasi pipa air minum di rumah anda, kebocoran satu tetes air dapat mencapai 2.400 galon air dalam setahun.

4. Lakukan pemulsaan (mulching) pada tanaman di kebun anda, dengan cara menutup sekitar tanaman anda dengan jerami atau rumput, kompos dan sampah organik lain. Ini akan mengurangi penguapan air tanah di kebun anda sehingga anda tidak harus sering menyiraminya.

5. Tempatkan ember di dekat wastafel/tempat cuci dapur anda untuk menampung sisa-sisa air memasak atau minum anda. Setelah penuh dapat anda pakai untuk menyiram tanaman anda.

6. Pasang pancuran air (faucet) di kamar mandi anda dan kurangi mandi dengan menggunakan gayung air.

7. Mesin cuci pakaian hanya anda gunakan jika terisi penuh.

8. Jika ingin mencairkan makanan beku anda, pakailah microwave daripada air panas

Nah, tentu saja anda dapat menambahkan tip-tip hemat air lainnya.

Akhirnya, ayo kita bertindak! karena sekecil apapun tindakan kita, telah ikut menyelamatkan planet kita.

Source:
[1]. Pendayagunaan Sumberdaya Air Dalam Memenuhi Kebutuhan Air Baku Air Minum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekejaan Umum. Jakarta. bahan paparan.


Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP