Tips #1- Gaya Hidup Selaras Alam: 7 Cara Berhemat Kertas Cetak di Kantor. | b l o g o d r i l

26 March 2009

Tips #1- Gaya Hidup Selaras Alam: 7 Cara Berhemat Kertas Cetak di Kantor.


Apakah kita menyadari kalau kita sebenarnya boros dengan kertas cetak/print-out di kantor? Berapa lembar kertas yang kita pakai ketika bekerja di kantor?

Seringkali, ketika jam "deadline" laporan atau artikel mulai berdetak, ada saja kesalahan cetak. Kertas gagal print-out inipun akan sia-sia tergeletak..

Padahal kalau kita bekerja lebih tenang, meskipun deadline menjelang, printer kita tetap melaju kencang, karena tak ada ketikan yang diulang....

Di Amerika Serikat, yang katanya tata laksana kantornya sudah maju. Menurut reduce.org, seorang pekerja kantor rata-rata menggunakan kertas tulis/cetak 10.000 halaman per tahun. Jika hari kerja setahun rata-rata sampai 200 hari kerja, maka tiap hari seorang pekerja di sana memakai 50 lembar kertas setiap hari!

Bagaimana pemakaian kertas cetak di Indonesia? Untuk yang ini, maaf saya belum memperoleh datanya atau barangkali memang belum ada orang menelitinya....

Sekalipun belum ada angka mengenai banyaknya pemakaian kertas cetak di Indonesia, kita sepakat saja, kalau menghemat kertas itu perlu!


Ada beberapa hal mudah yang sebenarnya dapat kita lakukan untuk menghemat kertas:

1. Gunakan kertas bekas untuk konsep/draft laporan atau surat kita; Biasanya boss kita ingin mengoreksi atau membaca konsep laporan/surat yang telah kita buat. Nah, kita bisa mencetak konsep surat ini dibalik kertas-kertas yang gagal-print-out. Jadi, kumpulkan kertas gagal cetak ini, jangan langsung dibuang ke tong sampah.

2. Cetaklah pada kedua sisi halaman kertas; Memang banyak printer yang secara otomatis dapat melakukan pencetakan bolak-balik (duplex printing). Kalau memang kita perlukan kita bisa mengubah settingan default printernya agar selalu mencetak pada dua-sisi. Meskipun kita belum terbiasa dengan laporan duplex ini. Namun, harus kita mulai paling tidak di lingkungan kantor kita sendiri.

3. Cetak dengan PDF; Hal yang perlu dipertimbangkan adalah apa kita benar-benar perlu mencetaknya atau cukup menyimpannya di komputer kita? Kalau kemudian kita akan membacanya, baca saja di tampilan layar laptop atau dekstop komputer kita. Nah, ada program gratis, namanya PDF-Creator, yang bisa kita coba manfaatkan. Dokumen berformat seperti, doc, rtf, jpeg dll bisa dicetaknya menjadi berformat PDF.

4. Bekerjalah secara digital; Karena tidak semua yang kita tulis itu perlu di-cetak/print-out. Cetaklah dokumen yang memang penting dan perlu. Kalau kita ingin berbagi dokumen, lakukan secara elektronik. Kita dapat mencoba "collaborative software" seperti Google Docs.

5. Kumpulkan dan jangan dibakar sampah kertas; Ada pembeli atau pengumpul kertas-kertas bekas yang akan menjualnya ke pabrik kertas daur ulang. Kita bisa berikan kepadanya. Kertas -kertas bekas yang gagal cetak tumpuklah yang rapi dan kumpulkan saja. Biar office-boy yang mengurusnya nanti.

6. Pensiunkan mesin faksimile; Dokumen elektronik jelas lebih mudah dikirimkan dan mudah dibaca daripada dokumen Faks. Jika anda tidak ada pilihan lagi dan harus mengirimkan faks, maka dimungkinkan kita menggunakan layanan fax-online.

7. Jalankan dan beritahukan tips berhemat kertas ini kepada karyawan baru kantor anda.

Jika tip ini kita jalankan, kita telah berhemat kertas dan berkehidupan selaras dengan alam!

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP