Kontribusi Kita Dalam Social Media adalah Reputasi Kita | b l o g o d r i l

25 March 2009

Kontribusi Kita Dalam Social Media adalah Reputasi Kita


Sudah berapa banyak kita ikut berperan aktif dalam jejaring sosial di dunia web? Barangkali anda sudah menulis identitas digital anda di Facebook, Myspace, Twitter, Flickr, Youtube dan banyak lagi social media lainnya. Lalu, seperti apa postingan blog dan komentar-komentar anda di dalam blog atau di dalam media sosial (social media)? Barangkali tanpa anda sadari reputasi anda telah diartikan dan dinilai oleh publik online yang membacanya.

Kalau demikian, memangnya kenapa ? Tulisan ini dimaksudkan untuk mengingatkan kita, seandainya kita sudah hanyut dan larut bersosial online, mem-posting dan berkomentar di sana-sini...maka hendaknya kita sadar untuk tetap menjaga reputasi kita dan terus memupuk “merek” pribadi atau personal brand kita.

Kita mungkin sudah paham, apapun yang diciptakan, dibagikan (sharing) dan dikomentari secara online tentu saja akan menjadi terbuka untuk dibaca oleh publik. Publik-online yang terkesan setelah membaca profil, postingan atau komentar kita, selanjutnya akan menilai seperti apa diri kita ini. Bisa saja penilaiannya positif, negatif atau netral saja.

Identitas digital kita telah menunjukkan siapa diri kita. Kalaupun kita mencoba menyembunyikan profil kita, maka postingan pada blog, komentar-komentar dalam Facebook dan Tweeter masih bisa mencerminkan siapa diri kita, misalnya kesukaan kita tentang content tertentu, reaksi kita berupa komentar atas topik-topik tertentu dsb. Singkatnya profil dan kontribusi kita dalam blog/web dan berbagai social media merupakan cerminan reputasi kita.

Reputasi ini muncul karena penilaian dan persepsi publik kepada kita melalui jejaring sosial yang kita masuki. Alih-alih, persepsi ini positif sehingga dapat lebih mempromosikan keahlian kita. Inilah yang diharapkan. Kalau tidak, sebaliknya, mungkin saja memukul balik dan merugikan kita.

Sudah menjadi pengetahuan umum kalau Google, sekarang menjadi “resume- alternatif” seseorang, demikian pula search engine lainnya. Portofolio kita yang menggambarkan siapa diri kita dan paham atau kesukaan kita dapat digali lebih dalam lewat Google. Kegiatan online kita lewat blog atau berbagai platform social media membangun identitas kita tempat dimana reputasi kita tegakan.

Jadi, bagi para mahasiswa ( yang nanti akan bekerja), pelamar kerja atau siapapun kalau anda telah aktif bergiat di media sosial online, maka jaga reputasi anda.

Contoh kasusnya: jangan sampai ketika anda melamar kerja di suatu perusahaan Teknologi Informasi (TI) dan sudah lulus sampai tahap wawancara akhir, tetapi akhirnya lamaran anda ditolak. Usut punya usut, kepala personalia perusahaan TI ini telah mengunjungi blog/web anda dan melacak serangkaian komentar-komentar anda di blog-blog atau media lainnya. Komentar-komentar yang negatif, pesimis dan cenderung kurang kreatif dicatatnya. Postingan anda dinilai kurang sesuai dengan pandangan-pandangan anda dalam wawancara offline. Persepsinya atas kontribusi online anda dinilai negatif sehingga menurunkan nilai reputasi bahkan meragukan keahlian anda.

Kasus seperti itu mungkin saja terjadi. Oleh karena itu waspada menjaga reputasi kita tidak ada salahnya! Semoga....

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP