7 Gaya Hidup Hijau (Green Lifestyle) yang Selaras Dengan Alam | b l o g o d r i l

16 March 2009

7 Gaya Hidup Hijau (Green Lifestyle) yang Selaras Dengan Alam


Pada tahun 2008, pemanasan global berdampak lebih buruk dari yang diperkirakan terhadap perubahan iklim.
Konsentrasi karbondioksida di atmosfer naik menjadi 2.28 parts per-milion (ppm) pada tahun 2008 yang dilaporkan oleh NOAA [1]- merupakan angka tertinggi sejak 650.000 tahun lalu - dan mungkin selama 20 juta tahun [2]- Padahal laju rata-rata konsentrasi CO2 tahunan selama dekade terakhir adalah 2.1 ppm per tahun. Inipun sudah lebih tinggi 40 % dari tahun 1990-an [3]

Sejak tahun 1990-an,di Indonesia telah terjadi perubahan iklim. Musim kemarau menjadi lebih lama 80 hari, sebaliknya musim hujan berkurang 80 hari dari kondisi normal [4]. Dampaknya dapat dilihat misalnya di beberapa wilayah curah hujan meningkat dan terjadi banjir serta tanah longsor, tapi sebaliknya di wilayah lain terjadi kekeringan berkepanjangan,jika terjadi kebakaran hutan seringkali sulit dipadamkan.

Emisi CO2 ini berasal dari penggunaan bahan bakar fosil yang diperkirakan telah meningkat 4 (empat) kali dari dekade sebelumnya. Selain itu disebabkan pula oleh kegiatan manusia yang berhubungan dengan hutan, pertanian dan peternakan.

Suatu video berjudul Climate Change: One Planet One Change dapat anda kunjungi di sini [5] merupakan essay foto yang barangkali dapat menggugah kita untuk mulai mencoba gaya hidup yang selaras dengan alam.

Bagaimana kita dapat ikut mengurangi dampak pemanasan global ? Cobalah gaya hidup selaras dengan alam (green lifestyle). Gaya hidup selaras dengan alam akan membantu mengurangi pemanasan global dengan cara mengurangi pelepasan gas-gas rumah kaca dan mencegah pencemaran udara di atmosfer.

Berikut ini 7 (tujuh) gaya hidup selaras dengan alam:

1.Menghemat pemakaian listrik dan bahan bakar minyak
Mematikan komputer jika selesai bekerja, mematikan lampu listrik jika tidak perlu lagi, mematikan alat pendingin ketika sedang di luar ruangan dalam waktu lama dan mematikan televisi jika tidak sedang ditonton.

2.Menerapkan konsep Reduce (mengurangi), Reuse (memakai kembali) dan Recycle (mendaur-ulang) atau 3R dalam penggunaan kemasan atau barang lain sehari-hari.
Seperti mulai memisahkan tempat sampah organik dan anorganik di rumah dan mengganti tas belanja dari bahan plastik ke bahan organik lainnya dan tidak membakar sampah.

3.Menggunakan sepeda atau kendaraan yang bebas polusi lain (sepeda listrik)
Misalnya: menggunakannya untuk berbelanja di komplek perumahan atau bahkan pergi ke kantor, kan bisa sekalian berolah-raga.

4.Membeli produk lokal untuk mengurangi transportasi barang impor sekaligus menyumbang pada ekonomi bangsa sendiri. Kalaupun membeli produk impor harus yang berlogo "recycle".

5.Memaksimalkan penggunaan transportasi umum yang berbahan bakar gas atau biodisel.

6.Merancang rumah tinggal atau kantor dengan sirkulasi udara dan pencahayaan alami.
Rumah atau kantor dirancang sedemikian rupa sehingga mengurangi pemakaian alat pendingin dan lampu di siang hari.

7.Menebang pohon diikuti dengan menanam pohon kembali
Budayakan gemar menanam pohon yang bisa dimulai di halaman rumah atau lingkungan tempat tinggal.

Tidak terbatas pada 7 gaya tersebut karena anda mungkin masih punya gaya hidup yang “green” lainnya. Silahkan ditambahkan ?

Bahan Bacaan :
[1] Trends in Atmospheric Carbon Dioxide - Mauna Loa [Global Monitoring Division]


[2] Climate change affects Southern Ocean carbon sink


[3]World carbon dioxide levels jump 2.3 ppm in 2008 to highest in 650,000 — if not 20 million — years


[4]Dampak pemanasan global landa indonesia mulai 1990-an


[5]One Planet, One Change



Link terkait :

WWF-How you can help: Ramah pada lingkungan



Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP