Harimau Terkam Pembalak Liar Hingga Tewas | b l o g o d r i l

28 February 2009

Harimau Terkam Pembalak Liar Hingga Tewas


Pada hari Sabtu tanggal 21 Februari 2009, dua pelaku pembalak liar di Sungai Gelam, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, tewas diduga diterkam harimau sumatera.

Berikut ini laporan dari wartawan Kompas, Irma Tambunan

Menurut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Didy Wurjanto mengatakan, dua korban tersebut, Ali (50) dan Deri (17). Mereka adalah para pendatang asal Lampung yang membalak kayu dan merambah liar di kawasan hutan produksi. Keduanya mengumpulkan kayu-kayu curian dalam hutan, untuk selanjutnya dijual ke Lampung. Mereka telah sebulan ini melaksanakan aksinya di sekitar hutan tersebut.

Saat berada di sekitar pondok yang mereka buat di dekat tumpukan kayu curian, diduga seekor harimau mendekat dan menyerang keduanya, hingga tewas. "Kondisinya sangat mengenaskan, kepala mereka lepas, punggung tercabik -cabik, dan kaki terlepas," ujar Didy.
Dijelaskan Didy, serangan harimau hingga menewaskan manusia di wilayah Sungai gelam ini merupakan kasus yang ketiga . Sebelumnya, tiga warga tewas diterkam harimau dalam sebulan terakhir. Baca Kompas

Harimau sumatera, nama lain atau ilmiahnya, Panthera tigris sumatrae diperkirakan hanya tersisa lebih kurang 400 ekor di Pulau Sumatera. Satwa ini tersebar hampir merata di seluruh pulau.Tempat tinggalnya beraneka ragam dari dataran pantai berawa, hutan primer dan hutan sekunder....Seringkali mereka ini terlihat di lahan perkebunan dan perkampungan masyarakat. Biasanya mereka mencari mangsa di hutan, tapi karena tempat hidup (habitat)-nya rusak dan mangsanya berkurang maka mereka akan turun ke lahan-lahan penduduk.

Tadinya satwa ini sangat disegani, terbukti sejak dulu telah mendapat tempat tersendiri di tatanan masyarakat adat. Keberadaannya diakui terbukti dengan panggilan datuk terhadap binatang pemangsa (karnivora) besar ini.

Namun, kemudian nilai ekonominya makin dikenal. Untuk motif status sosial (gengsi) tidak heran kalau dapat dijumpai “offset'-an (awetan) harimau sumatera sebagai koleksi warga masyarakat peminatnya. Oleh karena itu masyarakat tidak segan lagi untuk memburu atau menjerat dan memperjualbelikan harimau sumatera ini. Sampai saat ini populasinya makin terancam punah sejak dilindungi pada tahun 1973.

Adanya harimau yang menyerang manusia merupakan pengecualian dari perilaku alaminya. Mereka menyerang jika mereka merasa terancam atau dalam keadaan terluka (karena kena jerat, misalnya). Mungkin juga mereka sedang melatih anaknya untuk berburu mangsa...

Oleh karena itu atasi segera pembalakan liar di kawasan hutan Jambi, sehingga tidak menjadikan satwa liar terusik dan menjadi agresif menyerang manusia.

Digg
Stumbleupon
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Related Posts with Thumbnails

Followers

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP