11 November 2009

Who are Eco-tourists?

According to The International Ecotourism Society (1990), ecotourism is responsible travel to natural areas that conserves the environment and improves the wellbeing of local people. By choosing responsible travel, you can have the fabulous vacation that you’ve dreamed of, while ensuring that the money you spend at your destination is benefiting the environment and the local people.

There is a wide range of travelers, of all ages and interests.

As a matured traveller or eco-tourist, you protect nature as well as celebrate it at the same time. You participate in its conservation. Travelers who choose ecotourism should leave all attitudes behind and set out with an open mind to discover.

Ashish Dutta said in her article "The Five Travel Habits",

"If you are amid nature, make her your best friend, and she will unravel her secrets to you"

If you are travelling to the beautiful places around the world, you shall be an "enlightened eco-traveller" or a responsible tourist interested in sustainability, authentic local experiences and opportunities to give back to the communities.

Finally, eco-tourists are also seeking to minimize the carbon footprint of their travel, traveling with climate in mind by planning wisely and choosing consciously.

Here is The International Ecotourism Society's Travel Green Guide, you should read.


Related Posts:
9 Basic Guidelines of The Quality Eco-Experiences, You Should Know

read more..

09 November 2009

Gempa Bumi Kembali Mengguncang Indonesia, Tepatnya di Wilayah Sumbawa (09/11/2009)

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada 09_November-2009 pada jam 02:41:46 WIB, gempa berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) berlokasi 8.24 LS - 118.65 BT dan kedalaman 25 km yang berjarak 28 km Barat Laut RABA-NTB, telah menguncang kawasan yang sangat padat penduduk di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Indonesia.

Lembaga pemantau bencana GDACS, menyatakan bahwa kemungkinan dapat terjadi korban jiwa dan bencana gempa ini membutuhkan intervensi bantuan kemanusiaan internasional pada tingkat "waspada". Berikut ini Peta Guncangan Gempa bersumber dari USGS (USGS Shake Map).

Kota-kota yang mungkin terkena dampaknya Raba (20km), Bima (16km), Mangge (18km), Kala (16km), Kananta (12km), Sowa (7km), Nggaronangga (13km). Dampak gempa diperkirakan akan mencapai daerah pegunungan dengan ketinggian maksimum 2.547 m.

Kembali kita untuk diingatkan agar mempersiapkan diri untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap bencana alam. Bagi saudara-saudara kita di wilayah bencana gempa bumi tersebut semoga diberi kekuatan dan ketabahan setelah selamat dari musibah.


read more..

05 November 2009

3#: Menyediakan Perlengkapan Pribadi Menghadapi Gempa Bumi


Suatu perlengkapan atau persediaan barang-barang untuk menghadapi bencana perlu disiapkan. Alangkah baiknya jika dapat disediakan, paling tidak, satu set (kit) di rumah anda, satu kit di mobil anda dan satu kit di tempat kerja atau di sekolah anda. Simpan perlengkapan atau barang-barang pribadi anda ini di dalam ransel atau tas kecil, yang mudah di bawa pada saat anda mengungsi.

Barang-barang yang anda sediakan hendaknya memang penting bagi penyelamatan diri anda atau untuk menanggulangi keadaan darurat selama beberapa hari. Karena bisa saja listrik, air, transportasi, komunikasi dan sistem utilitas vital lainnya akan lumpuh setelah gempa bumi besar terjadi. Sehingga anda harus bertahan dalam keadaan darurat untuk beberapa hari setelah bencana (sebelum pertolongan atau bantuan datang).

Tentukan barang-barang perlengkapan pribadi anda dan obat-obatan yang perlu untuk pertolongan pertama. Jika anda sudah menyiapkan kit-kit ini, paling tidak anda akan lebih tenang dalam menghadapi keadan darurat akibat gempa bumi atau bencana alam lain. Berikut ini, beberapa perlengkapan pribadi untuk menghadapi keadaan darurat.

Persediaan perlengkapan pribadi untuk bencana

- Obat, daftar resep, salinan kartu medis,dokter nama dan informasi kontak
- Sarung tangan (non-lateks), saputangan, masker penahan debu.
- Kacamata atau lensa kontak
- Peluit
- Air mineral dalam botol
- Sepatu (boot) yang kokoh
- Uang (pecahan logam atau kertas)
- Daftar telepon bantuan, SAR atau orang-orang yang dapat membantu anda
- Makanan ringan berkalori tinggi dan awet (misalnya: biskuit
- Senter dengan baterai baru
- Terpal, jas hujan (ponco) atau jaket tahan air.
- Kantong plastik yang dapat direkatkan (sealable)
- Perlengkapan kebersihan pribadi (sabun, odol, sikat gigi dll)
- Alat tulis seperti krayon, spidol besar yang dapat dipakai untuk menulis di batu, dinding atau kayu
- Salinan Kartu Tanda Penduduk, SIM atau kartu identifikasi pribadi anda lainnya.
- Pakaian secukupnya, dan
- Barang-barang lain sesuai kebutuhan anda.

Barang-barang tersebut dapat anda simpan di wadah khusus, ransel atau tas yang mudah dibawa.


Persediaan dan Peralatan Rumah Tangga untuk keadaan darurat

- Lampu senter dengan cadangan baterai baru.
- Kunci pas atau kunci Inggris untuk mematikan pasokan gas dan air
- Sarung tangan dan pelindung mata yang kuat
- Kantong plastik untuk sampah,
- Terpal dan Jas hujan
- Radio potable dengan baterai ekstra
- Persediaan air minum
- Makanan dalam kemasan atau makanan kaleng
- Pembuka kaleng
- Obat-obatan untuk pertolongan pertama
- Baju hangat, pakaian ekstra dan kaus kaki cadangan
- Selimut atau kantong tidur, dan mungkin anda juga punya tenda
- Salinan dari dokumen-dokumen penting milik keluarga anda.
- Kantong plastik yang dapat direkat

Ganti barang-barang tahan lama seperti air, makanan, obat pertolongan pertama, terlebih jika telah kadaluwarsa dan periksa/ganti baterai setiap tahun.

Related Posts:
1.# 2: Membuat Rencana Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi
2.#1: Kenali Potensi Kerusakan akibat Gempa Bumi di Rumah Anda
3.7 Aksi Penting Setelah Gempa Bumi Berlalu
4.10 # Aksi Saat Terjadi Gempa Bumi


read more..

28 October 2009

# 2 : Membuat Rencana Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi


Anda mungkin tidak yakin, ketika gempa bumi besar terjadi, apakah anda dan anggota keluarga anda telah melakukan hal yang benar ? Disarankan anda tidak boleh panik ketika gempa bumi terjadi, sehingga dapat bertindak tepat dalam menyelamatkan diri. Tapi untuk berlaku "tidak panik" bukanlah hal yang mudah saat gempa bumi tengah mengguncang kita.

Berbagai bencana alam pernah kita alami, termasuk terakhir kali gempa bumi Padang di Sumatera Barat (30/9/2009), yang menghancurkan kota dan menelan korban jiwa. Alangkah baiknya kita mulai belajar dari pengalaman agar menjadi biasa hidup berdampingan dengan bencana alam, misalnya gempa bumi, yang tidak pernah dapat diramalkan kapan akan terjadi.

Untuk itu, sejak sekarang - sebelum bencana terjadi lagi - perlu kiranya anda bersama-sama anggota keluarga atau teman satu rumah, merencanakan upaya penyelamatan diri dari gempa bumi. Pada dasarnya, merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan oleh setiap orang di rumah anda sebelum, selama dan sesudah gempa bumi terjadi.

Setelah gempa bumi atau bencana alam selesai, biasanya muncul berbagai resiko seperti: kebakaran, rusaknya sarana/prasarana kota, listrik padam, kekurangan air bersih dan minimnya pelayanan masyarakat lainnya. Belum lagi, resiko yang mengancam keselamatan akibat gempa bumi susulan.

Jika anda telah membuat rencana tanggap darurat atau rencana penyelamatan diri sejak sekarang maka diharapkan anda akan lebih siap dalam menghadapi gempa bumi berikutnya. Rencana ini barangkali akan bermanfaat bagi orang lain, paling tidak bagi keluarga anda.

Banyak lembaga pemerintah, sekolah dan bisnis telah memiliki rencana untuk berbagai jenis bencana dan keadaan darurat lainnya. Namun, akan bermanfaat jika keluarga anda juga memilikinya.

Keselamatan dan kesejahteraan orang-orang yang anda cintai adalah penting, sehingga gunakan waktu sekarang juga untuk mengembangkan rencana (tanggap) darurat untuk keluarga.

Jika Anda sudah memiliki dan mengembangkan rencana tersebut, saat ini dapat anda gunakan untuk meninjau kembali dan memperbaruinya.


Rencana Penyelamatan Diri Selama Bencana

  • Latih dan praktekkan "drop, cover, dan hold on" (menjatuhkan diri, berlindung dan berpegangan) di tempat-tempat aman untuk berlindung selama gempa bumi.

  • Identifikasi tempat yang aman di setiap kamar, seperti di bawah kolong meja dan perabotan yang kokoh.

  • Pelajari bagaimana melindungi diri sendiri di mana pun anda berada, ketika terjadi gempa bumi atau bencana alam lainnya.


  • Rencana Tanggap Darurat Setelah Bencana

  • Tetap jaga sepatu dan senter (yang berfungsi baik) di sebelah masing-masing ranjang di rumah anda.

  • Ajarkan semua orang dalam rumah tangga anda untuk menggunakan peluit "darurat" dan / atau untuk mengetuk 3 kali berulang-ulang jika terjebak. Para penyelamat atau penolong yang mencari korban dalam bangunan runtuh selalu berusaha mendengarkan suara-suara.

  • Identifikasi kebutuhan anggota rumah tangga dan tetangga anda yang memerlukan perlakuan khusus, seperti penggunaan kursi roda, alat bantu berjalan, pengunaan obat-obatan khusus dll.

  • Sangat beruntung jika anda atau salah satu anggota keluarga anda mahir melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), sehingga dapat "melatih" orang-orang di lingkungan anda agar dapat melakukan pertolongan pertama tersebut.

  • Ingatkan kembali orang-orang di rumah anda tempat untuk "mematikan" utilitas rumah anda, seperti listrik, gas dan air. Diharapkan setiap orang di rumah anda tahu cara mematikan gas, listrik dan air yang mengalir ke rumah Anda. Segera matikan gas jika tercium bau atau mendengar kebocoran gas.

  • Dapatkan pelatihan dari pemadam kebakaran setempat tentang cara yang benar menggunakan alat pemadam kebakaran.

  • Lebih baik lagi, jika anda melengkapi rumah anda dengan memasang alarm atau "alarm asap". tetapi jangan lupa untuk mengujinya sebulan sekali dan mengganti baterai setahun sekali, atau ketika (baterai) alarm sudah lemah ketika "berkicau" atau dibunyikan.

  • Periksa apakah di kota atau di daerah anda terdapat kelompok-kelompok penolong semacam Emergency Response Team, biasanya Tim Search and Rescue (SAR) atau Palang Merah Indonesia. Jika tidak ada, barangkali anda ingin membentuk sendiri di lingkungan perumahan anda. Anda bisa mencari tahu dan menghubungi Badan SAR Nasional atau PMI.


  • Rencana Untuk Berkomunikasi dan Pemulihan Kembali Paska Bencana

  • Tentukan lokasi yang aman di luar rumah sebagai tempat berkumpul anda dan keluarga anda setelah bencana.

  • Rencanakan tindakan pemeriksaan untuk anda dan anggota keluarga berikut utilitas rumah anda paska gempa
  • Rancanglah kepada siapa saja yang dapat dihubungi oleh anda dan anggota keluarga anda untuk menyampaikan (me-relay) pesan atau informasi anda.

  • Bekali setiap anggota keluarga anda secarik kertas yang berisi nomor telepon orang-orang yang penting saat bencana gempa.

  • Tentukan dan bicarakan dengan saudara atau teman anda tempat dimana anda akan tinggal (mengungsi) setelah bencana gempa bumi atau bencana alam lainnya usai.

  • Jika sekolah anak-anak anda memiliki rencana tanggap darurat, perlu kiranya anda dapat mengetahuinya. Ingatkan anak-anak anda untuk memahami bagaimana mereka harus menyelamatkan diri ketika berada di sekolah.

  • Simpan dan lindungi dokumen-dokumen penting anda dalam wadah tahan air yang kuat dan aman.


  • Luangkan waktu untuk melatih dan mempraktekkan rencana tanggap darurat keluarga anda. Tanyai setiap orang di rumah anda apakah mereka telah memahaminya. Selain itu anda dapat menanyakan ke tetangga anda apakah mereka juga memiliki rencana tanggap darurat keluarga, jika mereka punya, anda dapat berbagi dan berdiskusi tentang rencana bersama.

    Mungkin hal-hal tersebut belum biasa kita lakukan di Indonesia. Namun, mengingat kita tinggal di negara yang sering terjadi gempa bumi, terlebih mengutamakan keselamatan orang-orang yang kita cintai maka tidak ada salahnya kita mencoba untuk memiliki satu rencana tanggap darurat atau penyelamatan diri untuk keluarga.

    Sebelum gawat, susun rencana tanggap darurat !

    Source: Diolah dari "Putting Down Roots in Earthquake Country", yang diterbitkan oleh the Southern California Earthquake Center.

    Related Posts:
    1.#1 Kenali Potensi Kerusakan akibat Gempa Bumi di Rumah Anda
    2.7 Aksi Penting Setelah Gempa Bumi Berlalu
    3. 10 # Aksi Saat Terjadi Gempa Bumi

    read more..

    27 October 2009

    #1 Kenali Potensi Kerusakan akibat Gempa Bumi di Rumah Anda


    Barangkali banyak perabotan rumah tangga anda yang bobotnya cukup berat, dan bisa gawat jika jatuh mengenai anda. Atau, ada bagian rumah anda yang mulai lapuk, seperti tiang, kusen atau kerangka atap, jika roboh diguncang gempa bumi kemungkinan besar mencederai siapapun yang terkena.

    Selain itu coba perhatikan rak barang di garasi rumah anda, apakah barang anda aman tersimpan di atasnya? Pikirkan untuk mengurangi kerusakan jika barang-barang ini jatuh menimpa kendaraan anda, atau kemungkinan terjadi tumpahan bahan berbahaya akibat guncangan gempa.

    Ada beberapa tindakan sederhana yang dapat anda lakukan, mulailah dari sekarang! Misalnya, memindahkan rak buku anda jauh dari tempat tidur atau tempat-tempat biasa orang duduk atau tidur. Pindahkan perabotan yang berat pada jarak yang aman dari ruang tempat keluarga sering beraktivitas.

    Jika ruang rumah anda sempit, paling tidak pindahkan atau turunkan benda-benda berat dari rak-rak tinggi penyimpanan. Pada prinsipnya, carilah barang-barang yang mungkin berbahaya, atur kembali, kalau perlu diikat, rak-rak diperkuat atau pindahkan agar anda lebih aman saat terjadi gempa bumi.

    Jadi tidak cukup hanya meminimalkan kerusakan bangunan anda, tetapi anda harus mengamankan isi rumah anda. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi resiko hidup kita dan mengurangi bencana akibat gempa bumi, seperti tertimpa rak buku, benda berat dll.

    Perabotan di Dapur

    Amankan pintu lemari atau pintu tempat anda menyimpan barang pecah belah. Kalau perlu buat kunci ganda dengan kait pintu yang bisa dikunci dengan slot atau gembok. Pasang konektor tabung gas (gas appliances) untuk mengurangi kebocoran gas yang dapat menimbulkan resiko kebakaran. Perkuat perabotan besar anda, misalnya kulkas, dengan "mengikatnya" ke dinding dapur.

    Peralatan Elektronik

    Televisi, Tape recorder, komputer dan perabotan elektronik lainnya, dapat diamankan dengan menyediakan tali nilon atau tali ber-"gesper" agar mudah dijinjing atau dipindahkan ke tempat yang aman. Gunakan kait dan loop pengencang pada meja atau rak buku atau pindahkan barang-barang berat anda ke tempat yang lebih rendah.

    Obyek atau Barang Lainnya.

    Cermin, bingkai foto, lukisan atau benda yang menempel di dinding rumah anda, dapat diperkuat agar tidak terpental pada saat terjadi gempa. Buatlah kait atau ikatan dari tali nilon sedemikian rupa, sehingga memungkinkan benda bergoyang tanpa jatuh ke lantai.

    Related Post:
    1. 7 Aksi Penting Setelah Gempa Bumi Berlalu
    2.10 # Aksi Saat Terjadi Gempa Bumi


    read more..

    About Me

    My Photo
    harri pao
    Welcome to my blog that goes to show eco lifestyle and environment focused on sustainability issues, and a listing of related articles based on labels of the current contents. Enjoy! Feel free to contact me at: harrikuswondho@gmail.com
    View my complete profile

    Followers

      © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

    Back to TOP